Suara.com - Situasi darurat belum benar-benar reda. Usai banjir melanda Jakarta, banjir Jawa Tengah dan erupsi Gunung Sinabung yang masih menanggung ribuan pengungsi, Gunung Kelud pun meletus. Sebaran abu vulkaniknya dirasakan sampai jauh. Malang, Kediri, Surabaya, Magelang, Ciamis terkena dampak, bahkan sampai ke luar Pulau Jawa.
Kini, meski status gunung Kelud baru saja diturunkan dan sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing, justru duka sesungguhnya kian terlihat. Ribuan bangunan rumah maupun sekolah kehilangan atap, sebagian ambruk, yang lainnya terkena lahar dingin. Jiwa-jiwa kepedulian masyarakat Indonesia kembali diuji.
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengatakan menilik sebaran abu vulkanik yang amat luas, manusia beriman seharusnya menerima positif peringatan ini.
"Sekali lagi setelah Sinabung, Kelud harus makin menguatkan kesadaran kita. Hentikan semua perilaku buruk di semua lini, kedepankan langkah terbaik sesuai mandat dan kapasitas, terutama para penyandang tugas-tugas rakyat. Tanpa perubahan menuju kebaikan, cobaan seperti ini takkan banyak mengubah bangsa. Bencana disebut cobaan, ujian, kalau kita yang menghadapinya menjadi makin baik," kata Ahyudin.
Kelud dan beruntun bencana alam sebelumnya, menjadi stimulan kebersamaan.
"Kita harus sanggup menyatukan langkah, memadukan ikhtiar agar bangsa ini makin baik. Lolos dari ujian ini, kita tak terhentikan menjadi bangsa besar. Mari, buktikan kita sanggup satu nafas, satu kebersamaan, saling bantu mengatasi cobaan," kata Ahyudin.
Untuk itu, ACT menyadari bahwa perlu menghimpun kepedulian masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Malam Kepedulian 'Bersatu Bantu Korban Kelud' pada akhir pekan. Kegiatan yang dilaksanakan di lobi Blok M Plaza, Jakarta Selatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik mengenai isu Kelud.
Kegiatan ini dihadiri oleh grup musik Debu, Punk Muslim, Bunda Management yang digawangi Teddy Snada, Fika Mupla, Abay Motivasinger dan Arul. Selain itu juga artis Teuku Wisnu, Steny Agustaf, Cici Tegal, aktor senior Umar Lubis, pemimpin media, tokoh masyarakat, dan komunitas juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Para pengisi acara menunjukkan kepedulian dengan bernyanyi, berpuisi, bernarasi, dan menyumbangkan gagasan dalam kegiatan ini.
Teuku Wisnu, yang saat itu menyumbangkan puisi, mengatakan semua orang dapat melakukan dengan cara apapun untuk membantu saudara yang terkena bencana. Bantuan dapat berupa uang, doa, atau barang.
Wisnu juga berharap, acara yang bertajuk Bersatu Bantu Korban Kelud ini, dapat membangkitkan rasa kemanusiaan masyarakat Indonesia agar lebih peduli terhadap korban bencana.
Mustafa, penggawa dari grup musik Debu, mengatakan masyarakat Indonesia sudah banyak yang peduli terhadap kemanusiaan. Namun, saat ini belum menemukan wadah yang tepat untuk menyalurkannya. Melalui acara yang digagas ACT ini, kata Mustafa, diharapkan jadi salah satu cara untuk menyadarkan kepedulian masyarakat.
“Kegiatan yang sangat bagus dan bermanfaat,” kata Mustafa yang saat itu membawakan tiga buah lagu.
Dalam acara ini juga, selain membacakan puisi, presenter senior Steny Agustaf mewakili komunitas Berkah memberikan donasi kepada korban Kelud sebesar Rp6 juta.
Steny memercayakan ACT dalam menyalurkan bantuan karena melihat adanya keseriusan dan konsistensi ACT dalam membantu kemanusiaan di berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim