Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke situs purba Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan menggunakan satu gerbong khusus di kereta api pariwisata Pangrango, Selasa (25/2/2014).
Melalui akun Twitternya, @SBYudhoyono, Presiden menulis "Presiden SBY senang lihat jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi-Cianjur aktif kembali & bermanfaat bagi masyarakat."
Presiden menambahkan bahwa dia sengaja menggunakan KA Pangrango untuk memastikan rute Bogor-Sukabumi-Cianjur berfungsi baik.
"Saya senang dapat bertemu saudara-saudara. Semoga kedepannya transportasi kita makin baik.Insya Allah nanti tambah rute Cianjur-Bandung," kata Presiden SBY kepada para penumpang melalui pengeras suara, seperti dikutip dari laman Setkab.go.id.
Di Cianjur Presiden meninjau Situs Purba Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka.
Presiden SBY sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap pembukaan kembali jalur kereta api (KA) Bogor-Sukabumi-Cianjur.
"Pak Dahlan, saya dukung penuh, yang penting dilaksanakan dan tetap dipadukan dengan anggaran Kementerian Perhubungan,” kata Presiden SBY saat pencanangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Sekolah Pembentukan Perwira (SETUKPA), Sukabumi, Jabar, Senin (21/10/2014).
Menurut Presiden, saat ini masih diperlukan waktu untuk menjadikan peningkatan sarana transportasi KA Jakarta-Bogor-Sukabumi. Karena itu, ia merasa senang jika BUMN tampil sebagai pembuka jalan, menjadi solusi atas masalah ini.
“Saya memberikan dukungan penuh agar prakarsa dari BUMN menjadi solusi, dan selebihnya ditingkatkan kapasitas infrastruktur perhubungan, termasuk sarana transportasi yang diperlukan,” ujar Presiden SBY.
Berita Terkait
-
SBY Khawatir PD III, Pakar UMY Beberkan Bahaya Nyata yang Mengintai Indonesia
-
Dunia Diambang Perang Dunia III, Situasinya Kini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan