- SBY menegaskan AHY adalah satu-satunya "matahari" di Partai Demokrat sebagai ketua umum.
- Pernyataan ini disampaikan dalam forum internal untuk memastikan soliditas dan komando tunggal kepemimpinan.
- SBY berperan sebagai mentor, sementara seluruh keputusan operasional berada di tangan Ketua Umum AHY.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Dede Yusuf, memberikan penjelasan terkait pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menegaskan bahwa “matahari” di Partai Demokrat hanya satu, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum.
Ia mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam forum internal partai guna memastikan soliditas dan kesatuan arah perjuangan seluruh kader Demokrat.
“Itu kan dalam acara internal Partai Demokrat, ya. Konteksnya adalah agar kita berbicaranya tetap satu komando. Satu komandonya Ketua Umum,” ujar Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (13/1/2026).
Ia menekankan bahwa istilah “matahari satu” bertujuan untuk menghindari adanya persepsi “matahari kembar” atau dualisme kepemimpinan di mata para kader.
Dede menegaskan bahwa meskipun SBY merupakan tokoh sentral dan pendiri partai, posisi SBY saat ini adalah sebagai mentor.
“Walaupun Bapak (SBY) sudah tidak lagi, dalam tanda arti, berada di dalam partai secara operasional, tetapi beliau sebagai mentor. Artinya, segala keputusan ada di tangan Ketua Umum,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini memastikan bahwa mekanisme pengambilan keputusan di Partai Demokrat berjalan sesuai dengan struktur organisasi yang berlaku.
Dengan adanya penegasan dari SBY tersebut, seluruh kader diminta patuh terhadap instruksi yang dikeluarkan oleh AHY.
“Jadi, apa pun keputusan Ketua Umum, itulah yang akan kita ikuti,” pungkasnya.
Baca Juga: SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
Berita Terkait
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
Lobi Prabowo-SBY Bikin Demokrat Ubah Sikap Soal Pilkada? Ini Kata Gerindra
-
Sebut Politik Dinamis, Dede Yusuf Ungkap Alasan Demokrat 'Lirik' Pilkada Lewat DPRD
-
SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
-
Perang Lawan Hoax SBY: Demokrat Polisikan 4 Akun YouTube dan TikTok, Ini Daftarnya
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
KPK Geledah Kantor DJP, Amankan Dokumen dan Uang 8.000 SGD
-
Tragis! Tiga Warga Cilincing Tersengat Listrik di Tengah Banjir Jakarta Utara
-
IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?
-
Kejaksaan Agung Mutasi 19 Kepala Kejaksaan Negeri di Awal Tahun
-
KPK Ungkap Petinggi PBNU Diduga Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji
-
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo
-
Sekolah Tanpa Hukuman? Begini Arah Baru Disiplin ala Abdul Muti
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Jaga Kesehatan dan Kebersihan dengan 10 Tips Ini
-
Percepatan Pemulihan Layanan Adminduk: Dukcapil Salurkan Sarpras ke Aceh Tamiang Sampai Kota Langsa
-
Prabowo Koreksi Desain IKN, Instruksikan Percepatan Fasilitas Legislatif dan Yudikatif Tuntas 2028