Senin, 03 Maret 2014 | 13:40 WIB
Ilustrasi keju (freedigitalphotos/digitalart)

Suara.com - Para peneliti menemukan sebuah potongan keju yang diyakini paling tua di dunia pada tubuh mumi yang terkubur di padang gurun di Cina.

Para peneliti yang menuliskan temuannya dalam Journal of Archaeological Science edisi Februari (2014), seperti dilansir Huffingtonpost.com, menyebutkan kalau keju yang dibuat secara sederhana itu kemungkinan sebagai camilan buat dinikmati sang mumi buat di akhirat.

“Kendati sederhana, namun kualitasnya sangat dibutuhkan untuk mendukung ekspansi ekonomi pengembala hewan (mamalia) ke Eurasia Timur,” tulis para peneliti.

Para peniliti sebetulnya menemukan sebuah petunjuk pembuatan keju dari millennium ke 6 Sebelum Masehi (SM), tapi khusus untuk contoh temuan itu sulit untuk diketahui.

Peneliti menyampakan kalau sebagian besar bukti hanya mengandalkan sisa lemak yang ditemukan pada pecahan tembikar yang terdegradasi oleh waktu dan berpengaruh pada keterbatasan analisa.

Mereka menemukan keju itu dalam sebuah proyek penggalian di Xiaohe Cemetery yang juga dikenal sebagai pekuburan Ordek antara 2002 dan 2004.

Pekuburan kuno tersebut pertama kali ditemukan pada gundukan pasir yang terletak di area sungai kering pada tahun 1934.

Lokasi itu diketahui sebagai kuburan mumi dalam jumlah besar dalam peti kayu yang menyerupai perahu terbalik kedap udara dan dibungkus oleh kulit sapi.

Di lokasi itu juga peneliti menemukan gumpalan zat kekuningan setebal antara 1 sampai 2 cm disejumlah makam yang menghiasi leher dan dada mumi.

Load More