Suara.com - Para peneliti menemukan sebuah potongan keju yang diyakini paling tua di dunia pada tubuh mumi yang terkubur di padang gurun di Cina.
Para peneliti yang menuliskan temuannya dalam Journal of Archaeological Science edisi Februari (2014), seperti dilansir Huffingtonpost.com, menyebutkan kalau keju yang dibuat secara sederhana itu kemungkinan sebagai camilan buat dinikmati sang mumi buat di akhirat.
“Kendati sederhana, namun kualitasnya sangat dibutuhkan untuk mendukung ekspansi ekonomi pengembala hewan (mamalia) ke Eurasia Timur,” tulis para peneliti.
Para peniliti sebetulnya menemukan sebuah petunjuk pembuatan keju dari millennium ke 6 Sebelum Masehi (SM), tapi khusus untuk contoh temuan itu sulit untuk diketahui.
Peneliti menyampakan kalau sebagian besar bukti hanya mengandalkan sisa lemak yang ditemukan pada pecahan tembikar yang terdegradasi oleh waktu dan berpengaruh pada keterbatasan analisa.
Mereka menemukan keju itu dalam sebuah proyek penggalian di Xiaohe Cemetery yang juga dikenal sebagai pekuburan Ordek antara 2002 dan 2004.
Pekuburan kuno tersebut pertama kali ditemukan pada gundukan pasir yang terletak di area sungai kering pada tahun 1934.
Lokasi itu diketahui sebagai kuburan mumi dalam jumlah besar dalam peti kayu yang menyerupai perahu terbalik kedap udara dan dibungkus oleh kulit sapi.
Di lokasi itu juga peneliti menemukan gumpalan zat kekuningan setebal antara 1 sampai 2 cm disejumlah makam yang menghiasi leher dan dada mumi.
Berita Terkait
-
Ritus Tanah dan Dogma Langit: Memaknai Tragedi Dua Generasi dalam Entrok
-
Sejarah Hari Buruh, Perjuangan Berdarah di Balik Aturan 8 Jam Kerja
-
Kang Dong Won Berpeluang Bintangi Film Sejarah Baru The Extermination
-
Melawan Narasi Dangkal: Cara Keliru Membaca Tokoh Bangsa Hari Ini
-
Sejarah Hari Buku Sedunia: Mengapa 23 April Menjadi Simbol Literasi Global?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat