Suara.com - Masnah (35 tahun), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat kabur dari rumah majikannya di Malaysia pada akhir Desember 2013, setelah diketahui hamil lima bulan dan diminta mengguggurkan kandungannya.
"Ini calon anak pertama saya. Saya sudah menikah selama 9 tahun dengan Abdul Kodir. Saya tidak mau aborsi untuk mengguggurkan kandungan ini. Saya pilih lari dari tempat kerja," kata dia di Rumah Singgah Sementara Dinas Sosial Kota Batam, Sekupang, Jumat (7/3/2014).
Masnah bersama, tiga bayi, satu balita dan 11 wanita dewasa lain dideportasi dari Malaysia, Kamis (6/3/2014) sore melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre.
Ia mengatakan masuk Malaysia akhir November 2013, saya tidak mengetahui kalau sudah hamil dan baru mengetahui saat pengurusan permit (surat izin kerja).
"Setelah satu bulan kerja di Malaysia, dokter bilang, usia kandungan saya sudah masuk dua bulan. Majikan di tempatnya bekerja tak menginginkan saya hamil. Saya sempat dipaksa menggugurkan kandungan sebelum akhirnya memilih kabur," kata dia.
Masnah mengatakan, lari dari rumah majikan sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan berjalan dua jam sampai ke kantor polisi tanpa membawa apapun.
"Dari kantor polisi tersebut saya dibawa ke Konsulat Jenderal RI di Johor Baru Malaysia dan mendapat pertolongan. Awalnya saya malah hampir dimasukkan penjara oleh polisi karena tak punya dokumen," kata Masnah.
Masnah mengatakan sebelum masuk Malaysia pernah bekerja di Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga selama enam tahun.
"Saya trauma kembali ke Malaysia. Jika kondisinya sudah sehat, usai melahirkan saya pilih kembali bekerja di Arab Saudi saja," kata dia.
Sebelumnya, pada Kamis (6/3) sore, tiga bayi, satu balita, dan 12 orang wanita dewasa dideportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre, Kota Batam, Kepulauan Riau, dan rata-rata dalam kondisi kurang sehat.
"Semuanya 16 orang. Kondisi yang dewasa banyak tidak sehat dan depresi. Ada yang baru 15 hari usai melahirkan, jahitannya belum kering, sekarang demam. Kami segera akan cek kesehatan mereka," kata Satgas Pendamping TKI Kementerian Sosial, Febriana.
Ia mengatakan, sebelum dideportasi sebagian di antara mereka diperlakukan tidak mengenakkan dari majikan sehingga memilih melarikan diri ke Konsulat Jenderal Indonesia di Johor Bahru untuk meminta perlindungan.
Febriana mengatakan, rata-rata TKI tersebut berasal dari NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sukabumi, Aceh, dan Lampung. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Hadapi Anak Asuh Herry IP Lagi, Sabar/Reza Tetap Waspada Meski Unggul Rekor Pertemuan
-
Jadwal Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Siap Tempur, Sabar/Reza Jumpa Anak Asuh Herry IP
-
Malaysia Open 2026: Revans dari Tan/Thinaah, Ana/Trias ke Perempat Final
-
Putri Kusuma Wardani Targetkan Konsistensi Permainan Sepanjang 2026
-
Jadwal Malaysia Open 2026: 5 Wakil Indonesia Berjuang di Babak Kedua, Ada yang Lawan Tuan Rumah
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah
-
PDIP Ingatkan Mandat Reformasi, Minta TNI Jauhi Politik Praktis dan Perkuat Industri Pertahanan
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!
-
Cegah Bencana Ekologis, Rakernas I PDIP Desak Penegakan Hukum Lingkungan dan Penguatan Mitigasi
-
Prabowo Beri Mandat ke Dirut Baru Pertamina: Pecat Siapa Saja yang Tidak Bagus!
-
Bantah Dibekingi Orang Besar, Abdul Gafur Tantang Pembuktian Aliran Dana ke Kubu RRT