Suara.com - Pejabat sementara Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein mengatakan empat nama penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dilaporkan menggunakan paspor palsu telah dikirim ke badan intelijen Malaysia serta badan intelijen internasional.
Hishammudin yang juga Menteri Pertahanan Malaysia menambahkan badan-badan intelijen internasional, termasuk Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat, sepakat untuk membantu Malaysia menyelidiki kasus ini.
Hishammuddin mengatakan juga tengah mencoba untuk memastikan apakah temuan tumpahan minyak di pantai Vietnam berasal dari pesawat yang hilang kontak sejak Sabtu (8/3/2014) dini hari.
"Saya bisa konfirmasikan bahwa ada tumpahan minyak, tapi tidak ada serpihan. Saya diberi informasi bahwa pesawat Vietnam saat ini ada di lokasi untuk memverifikasikan apa sebenarnya yang nampak di permukaan perairan itu," katanya.
Pesawat Malaysia Airlines membawa 227 penumpang dan 12 kru hilang kontak dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, sekitar dua jam setelah lepas landas dari bandara KL International Airport (KLIA) pada pukul 00.41 waktu setempat.
Tidak ada panggilan darurat dari pesawat tersebut sebelum menghilang. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah