- Menteri Lingkungan Hidup meluncurkan proyek AKCMM di Jakarta untuk memperkuat aksi iklim melalui pengelolaan sampah organik nasional.
- Tingginya timbulan sampah organik di TPA berpotensi menghasilkan 21 juta ton emisi metana yang merusak target lingkungan.
- Indonesia bekerja sama dengan ASEAN dan Korea melalui pendanaan USD 20 juta untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
Suara.com - Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan sampah organik kini menjadi salah satu fokus utama dalam upaya memperkuat aksi iklim nasional. Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, saat peluncuran proyek ASEAN-Korea Cooperation for Methane Mitigation (AKCMM) di Jakarta.
Menurut Jumhur, tingginya komposisi sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi tantangan besar dalam pengendalian emisi gas rumah kaca, khususnya metana.
“Pengelolaan sampah bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan pilar krusial dalam aksi iklim kita. Melalui proyek AKCMM ini, Indonesia berkomitmen untuk menghubungkan solusi praktis di lapangan dengan target penurunan emisi metana yang ambisius. Kami mengapresiasi dukungan Korea dan ASEAN dalam memperkuat sistem manajemen limbah yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Menteri Jumhur.
Ia menyebut, dengan sekitar 63 persen sampah di TPA yang berasal dari material organik, potensi emisi metana di Indonesia dapat mencapai sekitar 21 juta ton COe. Kondisi ini menjadikan pengelolaan sampah sebagai sektor strategis dalam agenda penurunan emisi nasional.
Proyek AKCMM sendiri merupakan kerja sama tiga tahun senilai USD 20 juta di bawah skema Partnership for ASEAN-ROK Methane Action (PARMA) yang didukung Pemerintah Republik Korea melalui ASEAN-Korea Cooperation Fund (AKCF). Indonesia menjadi negara ASEAN ketiga yang menjalankan program ini setelah Malaysia dan Filipina.
Lebih lanjut, Jumhur menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mempercepat pencapaian target iklim, terutama dalam pengurangan emisi metana yang memiliki dampak besar terhadap pemanasan global dalam jangka pendek.
Sementara itu, proyek AKCMM akan difokuskan pada penguatan kebijakan, sistem pemantauan emisi, serta pengembangan model pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan layak investasi, dengan dukungan berbagai mitra regional dan internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM