Suara.com - Mayat seorang guru spiritual terkenal yang telah dinyatakan meninggal di India, disimpan oleh para pengikutnya di dalam sebuah freezer, sejak hampir enam pekan lalu. Alasannya, sebagaimana diutarakan seorang juru bicara, mereka yakin bahwa sang guru akan hidup kembali untuk memimpin mereka.
Seperti diberitakan News.com.au, Ashutosh Maharaj, nama sang guru, secara klinis telah dinyatakan meninggal oleh pihak medis pada 29 Januari 2014 lalu. Namun belakangan, para pengikut setianya memilih menyimpan tubuhnya di dalam freezer, di asrama sederhananya di kota kecil di daerah Punjab, sembari terus mengawasi tubuh sang guru.
Maharaj yang disebut berusia sekitar 70-an tahun, dikenal sebagai salah seorang guru spiritual kenamaan di India. Dia merupakan pemimpin dari kelompok bernama Divya Jyoti Jagrati Sansthan (Misi Kebangkitan Cahaya Mukjizat). Dia diklaim memiliki jutaan pengikut di seluruh dunia.
Juru bicara kelompok itu, Swami Vishalanand, menegaskan bahwa pemimpin mereka tidaklah meninggal, melainkan tengah berada dalam kondisi samadhi, level tertinggi dalam meditasi, yang dengan demikian berarti ia masih "sadar".
Disampaikan pula oleh Vishalanand, saat ini para pengikutnya tengah menanti sang guru mengakhiri meditasinya itu. Hingga saat itu tiba, asrama mereka yang ada di kota Nurmahal tersebut terbuka untuk para pengikut yang ingin bermeditasi atau melakukan kegiatan spiritual lainnya.
"Mahara-ji masih terus menyampaikan pesan-pesan melalui para pengikut yang menjalani meditasi, agar menjaga tubuhnya sampai dia kembali," tutur Vishalanand pula, beberapa hari lalu.
Keputusan meletakkan tubuh sang guru di freezer itu sendiri sempat dituntut ke pengadilan oleh seseorang yang mengaku adalah mantan sopirnya. Seperti dilaporkan media setempat, sang mantan sopir menuduh beberapa pengikut sengaja menahan tubuh guru itu lantaran menginginkan bagian dari hartanya.
Namun pengadilan akhirnya menolak tuntutan tersebut, terutama setelah pernyataan pemerintah Punjab yang menegaskan bahwa sang guru secara klinis telah meninggal, dan bahwa terserah pengikutnya memutuskan akan diapakan tubuhnya. Pejabat senior kepolisian setempat, Gurinder Singh Dhillon, pun menyatakan bahwa polisi tak dapat ikut campur lagi setelah putusan pengadilan itu.
Dikatakan pula oleh Vishalanand, ada sejumlah besar pemimpin spiritual sepanjang sejarah yang telah berkelana ke Pegunungan Himalaya selama berbulan-bulan dalam keadaan samadhi di bawah suhu membeku, sebelum akhirnya kembali ke kehidupan nyata. Sementara itu, salah seorang juru bicara lainnya yang berasal dari desa terdekat di mana tinggal banyak pengikut Maharaj, menyatakan bahwa mereka tetap akan menunggu.
"Saat kami menutup mata kami, kami bisa berbicara dengan Maharaj, yang sudah meyakinkan kami bahwa ia akan kembali," ungkap Lakhwinder Singh, sang juru bicara lainnya, seperti dikutip dari Indian Express. (News.com.au)
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK