Suara.com - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar Sidang lanjutan kasus pembunuhan Holly Angela dengan terdakwa Gatot Supiartono, Rabu, (26/3/2014). Sejumlah saksi dihadirkan dalam persidangan.
Sidang digelar sekitar pukul 14.50 WIB. Empat saksi tersebut di antaranya Ani yang merupakan orangtua angkat korban.
Kepada hakim, Ani mengatakan, pada awal pembelian apartemen, korban memperlihatkan kondisi apartemennya kepadanya. Sesaat sebelum kejadian, korban baru saja kembali dari kediaman Ani.
"Awalnya, korban menelpon saya. Korban ingin menginap di rumah karena suami akan dinas keluar negeri. Kemudian saya jemput korban untuk ke Cibubur. Pulang dari tempat saya, Korban menelpon, dan memberi kabar sampai di rumah dengan selamat," terang Ani.
Ia juga menambahkan, saat kejadian Ani dan Holly tengah bertelepon. Tiba-tiba terdengar korban berteriak.
"Aaaaaah. Saya dengar holly teriak kesakitan," paparnya.
Ani kembali menjelaskan, Setelah itu ia kembali telepon, tapi tak ada jawaban. Karena penasaran Ani pun menyuruh anaknya Umar Hasan untuk mengecek.
"Saya menunggu dirumah kabar dari Hasan apa yang terjadinya disana," lanjutnya.
Kasus pembunuhan terhadap Holly terjadi pada 30 September 2013 di Unit 09AT Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Gatot Supiartono, mantan auditor BPK menjadi terdakwa kasus pembunuhan tersebut. Kala itu, Gatot merupakan Auditor Senior Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
Terkini
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Ustaz Khalid dan PIHK Lain di Tengah Kisruh Pembagian Kuota Haji
-
Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB
-
Jerit Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Anak Diikat, Stunting, hingga Dugaan Kekerasan Seksual
-
Pastikan Hunian Layak, Mendagri Bersama Menteri PKP Tinjau Perumahan di Sorong
-
Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI
-
Guru Ngaji di Tangerang Cabuli 4 Santriwati Saat Pengajian, Modus Bersihkan Jin
-
Panggil Menaker Yassierli, Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional
-
Omzet Rp3,5 M, Setoran Parkir Blok M Square ke Kas Jakarta Cuma Rp711 Juta, Ada Apa?
-
Resmi Dilantik Jadi KSP, Dudung Masih Rangkap Jabatan Penasihat Khusus Presiden