Suara.com - Nama calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) memang belum ditentukan, tapi rupanya responden hasil survei sudah lebih dulu menjatuhkan syarat karakter yang tepat buat calonnya.
Survei Centre of Strategic and International Studies (CSIS) yang disampaikan hari ini, Senin (31/3/2014), menyebut karakteristik yang cocok mendampingi Jokowi, 37,3 persen meminta wakilnya memiliki karakter yang merakyat.
"37,3 persen meminta yang merakyat, 24 persen tegas, 20,8 persen bersih dari korupsi, 9,3 persen berpengalaman dan mampu mengelola birokrasi 6,7 persen. Sisanya memilih tidak tahu," tutur Peneliti CSIS Philip J Vermonte.
Dari 20 nama yang disodorkan Centre of Strategic and International Studies (CSIS) sebagai cawapres dalam survei, nama Jusuf Kalla (JK) menjadi paling favorit.
"Jusuf Kalla 16,3 persen; Wiranto 11,8 persen, Hary Tanoesoedibjo (HT) 8,4 persen; Basuki T Purnama (Ahok) dan Hatta Rajasa 6,3 persen, Rhoma Irama 5,8 persen," kata Philip.
Dia menerangkan, bersama Jokowi, JK mendapatkan 15,2 persen, sementara Wiranto 15,1 persen, nama Ahok 11,3 persen dan Hatta Rajasa 6 persen. Sisanya nama yang lain seperti HT, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Tri Rismaharini, Moeldoko, Ganjar Pranowo dan Chairil Tanjung.
Survei ini dilakukan selama 10 hari dari tanggal 7 hingga 17 Maret 2014, sementara pendeklarasian Jokowi sebagai capres dari PDIP terjadi pada 14 Maret.
Sampel yang digunakan dalam survei ini mencapai 1200 responden dengan metode wawancara tatap muka yang menggunakan margin of error 2.83 persen pada confidence level 95 persen.
Pemilihan responden dilakukan secara acak dengan proporsi jenis kelamin yang sama. Dalam perhitungan untuk tingkat nasional, masing-masing provinsi dialokasikan responden sesuai proporsi populasi dari data Badan Pusat Statistik (BPS).
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu
-
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur
-
Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan
-
Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan
-
Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria
-
Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS
-
Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun
-
Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!