Suara.com - Polisi sedang menelusuri setiap detail dari pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370. Bahkan, kargo yang berisi buah manggis serta makanan yang disajikan untuk penumpang pun tak luput dari investigasi.
Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar menjelaskan polisi harus melihat setiap aspek untuk mengetahui apakah ada unsur sabotase atau tidak dalam kasus hilangnya MH370.
"Sebagai contoh, ketika kami tahu ada muatan buah manggis, kami harus mencari tahu darimana asalnya. Kami juga melacak siapa yang memetik buah-buahan, dimana pengemasannya dan siapa yang mengirimnya. Begitu juga siapa orang yang menempatkannya di pesawat," demikian dikatakan Khalid.
"Kemudian, kami harus menentukan siapa yang akan menerima di Cina dan yang dibayar untuk itu, dan berapa banyak. Bayangkan, berapa banyak orang yang harus kami mewawancarai untuk menyingkirkan dugaan sabotase. Dan itu baru tentang muatan manggis," kata Khalid seraya menambahkan buah manggis itu berasal dari kebun di Muar.
Khalid mengungkapkan makanan yang disajikan untuk para penumpang di dalam pesawat juga diteliti secara rinci.
Dia mengatakan saat ini penyelidikan masih berlangsung dengan didasarkan pada lebih dari 170 laporan. Laporan tersebut bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri Malaysia, serta keluarga penumpang dan awak MH370. (The Star)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap