Suara.com - Pembangunan moda transportasi massal berbasis rel (mass rapid transit – MRT) mengalami keterlambatan 3 tahun dari rencana karena kendala pendanaan akibat krisis keuangan global. Namun, saat ini kendala pendanaan itu bisa diatasi dengan adanya pinjaman lunak berjangka waktu 40 tahun dari Jepang.
“Saat ini sedang dilakukan pengerjaan fisik untuk tahap satu Lebak Bulus - Bunderan HI dan ditargetkan selesai tahun 2017. Setelah itu, dilanjutkan pengerjaan tahap II Bunderan HI - Kampung Bandan yang diperkirakan selesai tahun 2020. Jadi tahun 2020 nanti MRT sudah bisa dinikmati," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan, seperti dilansir laman Setkab.go.id, Senin (21/4/2014).
Menurut Budi Wiryawan, transportasi massal MRT merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan Jabodetabek. Pembangunan MRT Lebak Bulus - Kota diharapkan mampu memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke sarana transportasi umum tersebut sehingga mengurangi kemacetan jalan di kawasan Jabodetabek.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M. Akbar menjelaskan, pengoperasian MRT Lebak Bulus - Kampung Bandan diperkirakan akan mampu mengalihkan lebih dari 20 persen pengguna kendaraan pribadi baik motor maupun mobil.
"Dengan pelayanan yang baik, ketepatan waktu perjalanan serta aman dan nyaman, bisa lebih dari yang terjadi pada busway. Di atas 20 persen," kata M. Akbar.
Akbar mencontohkan, ketika busway beroperasi, pengguna kendaraan pribadi yang beralih ke busway mencapai 20 persen. "Saya perkirakan bisa di atas 20 persen pengguna kendaraan pribadi yang beralih ke MRT," ujar Akbar.
Saat ini jalur kereta yang telah ada di Jabodetabek sepanjang 160,7 KM terdiri atas beberapa lintasan (line) yaitu Lintas Tengah (Jakarta Kota - Mangarai 9,7 KM), Lintas Bogor (Bogor - Manggarai 44,9 KM), Lintas Bekasi (Bekasi - Jatinegara 14,6 KM), Lintas Timur (Jakarta Kota - Pasar Senen - Jatinegara 11,4 KM), Lintas Barat (Tanah Abang - Kampung Bandan 15, 6 KM), Lintas Serpong (Tanah Abang - Serpong 23,2 KM), Lintas Tangerang (Duri - Tangerang 19,3 KM), Lintas Tanjung Priok (Jakarta Kota - Tanjung Priok 9 KM), dan Lintas Nambo (Citayam - Nambo 13 KM).
Dalam Rencana Jaringan Jalur Kereta Api 2014 - 2030 pemerintah akan membangun jalur kereta Bandara Soekarno - Hatta (commuter line) sepanjang 12 KM, Jalur Bandara Soekarno - Hatta (express line) 38 KM, MRT East - West (Cikarang - Balaraja) 90 KM, MRT Esat - West (Bekasi - Cikokol) 52 KM, MRT Nort - South (Lebak Bulus - Kampung Bandan) 23 KM, Jalur KA Lingkar Luar (Parung Panjang, Citayam, Nambo, Cikarang - Tanjung Priok) 60 KM, Jalur KA Lingkar Dalam (Kamal Muara - Rawa Buaya - Lebak Bulus - Margonda - Cibubur - Cakung - Pulo Gebang - Tanjung Priok) 75 KM, Pluit Line (Pluit - Daan Mogot - Kebayoran Lama) 15 KM dan Sunter Line (Sunter - Cempaka Baru - Jatinegara) 21 KM.
Berita Terkait
-
Sempat Minta Video Call Karena Takut Penipuan, Satpam Fiktor Harefa Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi
-
Berawal dari MRT, Jakarta Targetkan Satu Sistem Bayar untuk Semua Transportasi
-
Dari Angkot hingga MRT: Bagaimana Transportasi Publik Jakarta Menemani Perjalanan Hidupku
-
MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027
-
Aku Belajar Bijak Bermobilitas Berkat Transportasi Umum Jakarta
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
-
4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan