Suara.com - Seorang perempuan asal Michigan, Amerika Serikat mengolah daging tikus, jangkrik, dan cacing sebagai menu makanan sehari-harinya. Candra Kolodziej, perempuan itu, mulai beralih ke bahan makanan aneh sebagai pengganti protein dari produk peternakan sapi.
Seminggu sekali, Candra menyantap olahan daging hewan yang bisa ia beli di toko hewan peliharaan. Salah satunya adalah tikus.
Selain tikus, Candra juga melengkapi menunya dengan ikan, jangkrik, dan cacing. Tidak langsung dimakan begitu saja. Perempuan yang cenderung terlalu kreatif itu mengolahnya dahulu menjadi makanan yang menarik. Salah satunya adalah pai daging tikus.
Tak cuma pai daging tikus, Candra juga pandai mengolah serangga menjadi makanan yang menurutnya lezat. Dia terbiasa menyantap jangkrik berlumur coklat dan cacing goreng untuk mencukupi kebutuhan asupan proteinnya.
Menurut pengakuannya, berkat perubahan menu makan, bobot tubuhnya bisa berkurang hingga satu setengah kilogram. Tidak cuma itu, Candra juga merasa lebih berenergi setelah menyantap makanan-makanan itu. (Huffington Post)
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat