Suara.com - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Didik J Rachbini menilai biaya pemilu tahun 2014 sangat mahal. Bahkan, ia mengibaratkan pemilu sekarang seperti berjualan produk rokok.
"Pemilu sekarang semakin mahal, tidak beda seperti jualan rokok. Karena popularitas, harus mengenalkan diri, mengenalkan produk," kata Didik di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/4/2014).
Didik menambahkan karena biaya politik mahal, membuat peserta pemilu yang berkualitas sulit tampil karena ketiadaan dana.
Dengan kata lain, peserta pemilu yang berhasil lolos menjadi anggota DPR RI banyak yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga mengatakan bahwa pemilu sekarang menguntungkan bagi mereka yang memiliki banyak duit.
Tag
Berita Terkait
-
Di Tengah Isu Tak Sedap, Demokrat Tetap Gelar Debat Capres di Jakarta
-
Peserta Konvensi Capres Demokrat Boleh Mundur
-
Bila Koalisi Hanya untuk Bagi-bagi Kursi Menteri, Lebih Baik Demokrat Hanya di DPR
-
Pemilu 2014 Sulitkan Peserta Pemilu yang Tidak Kaya
-
Tuding Ada Kecurangan, Saksi PDI Perjuangan "Walk Out"
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok