Suara.com - Peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat Dino Patti Djalal mengatakan presiden terpilih agar terus melanjutkan program-program pro-rakyat yang sudah baik dari Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Siapapun presiden terpilih perlu mencermati fondasi yang telah dibangun oleh pemerintahan SBY sebagai aset positif," kata Dino Patti Djalal dalam siaran pers, Sabtu (26/4/2014) malam.
Menurut Dino, penting bagi pemerintahan mendatang untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mempertahankan kebijakan pro-rakyat.
Dari kunjungannya ke 30 kota di Indonesia untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat selama tiga bulan terakhir, Dino menemukan, aspirasi inilah yang secara konsisten terus disuarakan oleh masyarakat.
"Masyarakat ingin agar program-program pro-rakyat terus dilanjutkan, dan umumnya mereka khawatir jika dihentikan. Kalaupun ada program yang belum berjalan baik, mereka ingin agar diperbaiki. Saya membaca ini sebagai aspirasi yang tulus," tuturnya.
Program-program pro-rakyat tersebut antara lain, peningkatan kualitas pendidikan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), beras untuk rakyat miskin (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP), Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP), Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Menurut Dino, program-program pro-rakyat dalam 10 tahun terakhir mempunyai dampak sangat strategis ke depan, yakni membuat rakyat lebih memiliki daya juang untuk bertahan jika kelak ada guncangan ekonomi. (Antara)
Berita Terkait
-
Bahlil Sambut Positif Survei Kepuasan Publik 83 Persen Untuk Prabowo: Program Pro-Rakyat Berhasil!
-
MPR Harap Presiden dan Wakil Presiden yang Baru Bawa Visi dan Program Pro-Rakyat
-
Sambangi Kantor DPD PDIP, Anies Sempatkan Salat dan Bahas Program Pro Rakyat Jakarta
-
Terungkap! Artis Cantik Ini Pernah Mau Dijodohkan dengan Prabowo, Kok Gagal Nikah?
-
Akhirnya Jadi Kenyataan! 10 Tahun Lalu Komeng Pernah Berkelakar Ingin Jadi Calon Anggota Dewan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi