Suara.com - Bagi sejumlah politisi senior Partai Golkar, tahun 2014 menjadi kesempatan terakhir untuk melanjutkan kiprah mereka di dunia politik. Karena itu, mereka berjuang keras agar dapat bertahan di parlemen untuk lima tahun ke depan.
"Mereka berjuang habis-habisan untuk bagaimana caranya bisa bertahan di panggung ini minimal lima tahun ke depan," ujar Peneliti CSIS Philips J. Vermonte di Jakarta, Sabtu (3/5/2014).
Philips melihat Pileg 2014 sebagai ajang pertarungan tokoh tua di kubu Partai Golkar. Sementara, politisi muda Golkar akan bertarung saat musyawarah nasional (munas).
"Nama-nama seperti Priyo Budi (Santoso), Nurul Arifin itu akan baru tampak peran politiknya ketika Munas Golkar nanti," jelasnya.
Lebih jauh Philips menyarankan politisi artai Golkar untuk mulai menyiapkan diri dalam menghadapi Pemilu 2019. Menurutnya, pengalaman politisi Golkar dibutuhkan untuk mempertahankan perolehan suara parlemen.
"Pengalaman politik orang-orang Golkar ini sangat dibutuhkan Golkar untuk bisa mempertahankan posisi partainya (Pemilu 2014)," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya
-
Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi