Suara.com - Kampanye hitam alias black campaign mulai menerpa capres PDI Perjuangan Joko Widodo. Kampanye hitam itu beredar secara luas melalui jejaring media sosial seperti BlackBerry Messenger (BBM), WhatsApp, Twitter dan juga Facebook.
Anggota Presidium Nasional Seknas Muda Jokowi, Setiawan Cahyo Nugroho mengatakan, kampanye hitam yang paling sering didengarnya adalah Jokowi antiburuh dan akan membatalkan sertifikasi guru apabila terpilih sebagai Presiden.
“Dua isu itu yang paling gencar. Kami membalas isu tersebut dengan data. Ketika tahun pertama memimpin Jakarta, Jokowi menaikkan upah buruh hampir 400 persen. Di tahun kedua, memang naiknya tidak besar tetapi tetap naik 10 persen," kata Setiawan melalui sambungan telepon kepada suara.com, Minggu (4/5/2014).
Ia menambahkan, dengan data tersebut kekhawatiran sejumlah pihak bahwa Jokowi antiburuh dan tidak akan berjuang untuk menaikkan upah minimum buruh sudah terjawab.
Soal pembatalan sertifikasi guru, Setiawan menegaskan, aturan itu dimuat dalam Undang-undang. Sehingga perlu persetujuan DPR apabila Presiden terpilih nanti ingin membatalkan proses sertifikasi kepada guru.
Setiawan menambahkan, Seknas Muda Jokowi terus berupaya melakukan pendidikan politik kepada pemilih muda. Pendidikan politik dilakukan agar pemilih muda tidak mudah percaya dengan kampanye hitam yang menjelek-jelekkan calon Presiden tertentu.
“Pendidikan politik itu untuk kamu muda dengan rentang usia 17-30 tahun. Di Yogya kami menggandeng kelompok mahasiswa, di Jakarta kami menggandeng kelompok bankir dan kami juaga beberapa kali melakukan pertemuan online dan juga offline,” ujar Setiawan.
Menurut Setiawan, saat ini Seknas Muda Jokowi sudah ada DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat. Dalam waktu dekat, Seknas Muda Jokowi juga akan dideklarasikan di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
“Cita-cita kami kalau bisa ada di 33 provinsi. Namun, kalau berdasarkan suara pemilih konsentrasi masih di pulau Jawa, maka kami menargetkan di semua ibu kota provinsi harus sudah ada,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia
-
Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China
-
Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal
-
Viral Anak Bakar Ayah Hidup-hidup di Medan, Pelaku Diamuk Massa
-
977 Burung Korban Penyelundupan Kembali ke Langit Gunung Rajabasa
-
Proyek LNG Masela Prioritaskan 30 Persen Lapangan Kerja untuk Warga Lokal
-
Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?
-
Kecelakaan Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Galon Air Jadi Tersangka
-
InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%
-
4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga