Suara.com - Pengacara keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Palmer Situmorang, Senin (5/5/2014), menyatakan SBY dan Edhie Baskoro (SBY) menolak menjadi saksi dan memberikan keterangan kepada KPK terkait dengan dugaan korupsi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Anas Urbaningrum.
Palmer menyampaikan alasan penolakan karena SBY dan Ibas tidak memiliki kaitan dengan kasus Anas.
"Sudah dijawab tanggal 28 April dan mengatakan substansi perkara yang disidik tidak ada relevansinya dengan Pak SBY dan Edhie Baskoro Yudhoyono," kata Palmer.
Palmer mengatakan, penolakan juga dikarenakan kliennya merasa tidak memiliki pengetahuan apapun terkait subtansi perkara atas nama Anas.
"Sehingga, tidak bisa memenuhi permintaan dari Anas Urbaningrum," ucapnya.
Dia pun membenarkan, undangan itu sudah dikirimkan kepada SBY dan Ibas terkait permintaan Anas itu.
"Di sini, KPK hanya meneruskan permintaan dari Anas Urbaningrum," ujarnya.
Seperti diketahui, Anas ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji berkaitan dengan perencanaan Hambalang atau proyek-proyek lainnya. Selain itu, ia juga menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang.
Anas berkali-kali meminta KPK untuk meminta keterangan dari SBY dan Ibas sebagai fungsionaris di Partai Demokrat.
Anas ‘ngotot’ kalau SBY disebut mengetahui posisi kasusnya. Dia juga sempat mengungkapkan kalau uang panjer untuk membeli mobil Toyota Harier hasil pemberian SBY. Uang itu disebut sebagai hadiah karena sukses mengawal suara Demokrat pada Pemilu 2009 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
-
Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan
-
Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus
-
Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial
-
Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah