Suara.com - Petenis putri peringkat teratas dunia, Serena Williams, akhirnya memastikan menjadi juara turnamen Rome Masters, usai mengalahkan petenis tuan rumah, Sara Errani, dengan skor 6-3 dan 6-0, Minggu (18/5/2014) waktu setempat.
Errani sebenarnya cukup memberi perlawanan pada awalnya, di bawah dukungan penuh sebagian besar penonton di laga final itu. Namun kemudian menjelang akhir set pertama, ia harus menderita cedera pada bagian paha, yang membuatnya terpaksa mendapatkan perawatan sejenak. Usai itu, gerakannya pun mulai tampak terbatas, hingga Serena mampu menang mudah.
"Saya prihatin pada Sara, karena dia sebenarnya tidak pantas mendapatkan hasil seperti ini. Tapi saya (juga) senang bisa menang," ungkap Serena seusai kemenangannya.
Bagi petenis berusia 32 tahun itu, trofi di Roma kali ini merupakan juga gelar WTA ke-60 baginya. Menariknya, sebanyak 23 gelar juara justru berhasil diraihnya usai menderita sakit cukup parah (pulmonary embolism) pada 2011 lalu.
"Saya rasa, saya mungkin seperti minuman anggur. Makin baik sejalan dengan usianya. Mudah-mudahan begitulah yang terjadi denganku," ujar petenis Amerika Serikat (AS) itu lagi.
Yang menarik, setelah sebelumnya mundur dari Madrid Masters karena cedera pada paha kiri, Serena sebenarnya sempat ragu untuk tetap tampil di Roma.
"Saya datang ke Roma, makan pasta tiap hari dan nongkrong bersama teman-teman. Lalu saya pikir, 'OK, Selasa saya akan berlatih'. Dan di sinilah saya sekarang. Ini semua tak terbayangkan," tuturnya.
"Tapi saya menikmatinya (turnamen ini). Dan saya kira, ketika saya menikmati permainan, itulah saat di mana saya paling berbahaya," tandasnya.
Di sisi lain, meski jelas-jelas kecewa, Errani berusaha tenang mengomentari kekalahannya di final itu. Sebuah kekalahan yang masih memperpanjang absennya petenis Italia meraih trofi tersebut sejak terakhir kali diraih Raffaella Reggi pada 1985.
"Saya mohon maaf. Anda semua sudah luar biasa sepanjang pekan ini," tutur petenis berusa 27 tahun yang berposisi sebagai unggulan ke-10 itu kepada para penonton.
"Sudah luar biasa rasanya bagiku bisa maju ke final dan menampilkan permainan tenis terbaikku. Terima kasih untuk Anda semua dan timku yang senantiasa berada di sisiku," sambung Errani.
"Mudah-mudahan saya akan kembali (tampil) tahun depan (di sini) dan mendapatkan hasil lebih baik," tandasnya pula. (Reuters)
Berita Terkait
-
Janice Tjen Masuk Daftar Pemain Hobart International Usai 'WO' di ASB Classic
-
5 Perbedaan Sepatu Padel dan Tenis, Wajib Tahu sebelum Beli
-
Perjalanan Manis Janice Tjen di 2025: Tembus 50 Besar Dunia dan Rajai SEA Games
-
6 Perbedaan Padel dan Tenis Paling Mendasar, Wajib Dipahami Pemula
-
Janice Tjen Bersyukur Tutup SEA Games 2025 dengan Emas Setelah Sempat Jatuh Sakit
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026