Suara.com - Pasangan capres-cawapres yang diusung Partai Gerindra dan koalisinya, Prabowo--Hatta Rajasa, harus memaksimalkan pembangunan opini dan pencitraan diri di media masa untuk meningkatkan elektabilitas mereka.
Hal itu dikatakan Akademisi Universitas Lampung Dedi Hermawan di Bandarlampung, Senin (19/5/2014). Ia juga menegaskan, modal politik dan modal sosial yang mereka miliki lumayan, tapi masih kalah untuk melawan elektabilitas Jokowi-JK," kata Dedi.
Menurut Dedi membangun politik harus dilakukan karena memilih Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden tidak memberikan pengaruh signifikan dalam peningkatan elektabilitas Prabowo dalam pertarungan pemilihan presiden.
Dedi menjelaskan, figur Hatta Rajasa sebagai cawapres dianggap sejumlah kalangan tidak menjual dan belum memiliki sesuatu yang bisa mendorong masyarakat memilih pasangan ini.
"Selain itu, sosok Hatta juga dianggap mewakili status quo yang saat ini berkuasa, sehingga pemilih yang tidak suka dengan pemerintahan sekarang, cenderung menganggap pasangan ini hanya meneruskan penguasa saat ini," kata dia.
Untuk mengatasinya, dia menyarankan, mesin partai yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta harus bekerja lebih keras dan memiliki strategi tambahan agar bisa menyalip elektabilitas pasangan lain.
Apalagi, dia menambahkan, masuknya Partai Golkar seolah bisa memberi amunisi baru untuk pemenangan Prabowo-Hatta, karena partai ini terkenal solid.
Dedi menyerukan, selain bersiaga di darat, tim pemenangan Prabowo-Hatta harus banyak melakukan pencitraan di "udara", melalui media sosial dan media masa. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Alumni PMKRI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Sebut Ceramah UGM Telah Diedit
-
Pernah Divonis Kasus Hoaks, Jumhur Hidayat Kini Jadi Menteri LH: Saya Bukan Terpidana!
-
Pegadaian Sukses Gelar Tring! Golden Run 2026
-
Prabowo Dipastikan Hadiri May Day 2026 di Monas, Bakal Orasi di Depan Ratusan Ribu Buruh
-
Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Andi Gani: Kehormatan Besar Bagi Gerakan Buruh Indonesia
-
Polresta Yogyakarta: Ketua Yayasan Little Aresha Instruksikan Pengasuh Ikat Anak Titipan
-
Terkuak! Anak Daycare Little Aresha Diikat Seharian, Dilepas Saat Mandi dan Difoto untuk Orang Tua
-
Harga Gabah Melonjak, Produsen Beras Terhimpit HET dan Bayang-Bayang Satgas Pangan
-
Misteri Dua ART Lompat dari Kos Benhil, Polisi Periksa 9 Saksi
-
KUHAP Baru Disorot: Dinilai Buka Celah Kriminalisasi hingga Perkuat Impunitas Aparat