Suara.com - Tim Uber Indonesia akan ditantang oleh tuan rumah India di babak delapan besar. Sedangkan dari hasil undian perempat final lainnya, tim kuat Cina akan menghadapi Inggris.
Harapan tim Uber Indonesia untuk terhindar dari Cina akhirnya terkabul. Dari hasil undian di Siri Fort Indoor Stadium, Kamis (22/5/2014) dinihari, tim Indonesia untuk berjumpa India lebih dulu.
Indonesia ke delapan besar dengan status runner up Grup B, sedangkan India yang dimotori oleh Saina Nehwal, juara Grup Y. Melihat kemenangan atas Thailand di penyisihan grup, India tampaknya akan kembali menggunakan formasi tunggal - tunggal - ganda - tunggal - ganda.
Hal ini rupanya telah diantisipasi oleh tim Uber Indonesia. "Susunan tersebut sudah kami antisipasi. Kalau berdasarkan informasi dari pelatih tunggal, head to head pemain kita tidak kalah kok, kami tetap optimis," ujar Eng Hian, pelatih ganda putri tim Uber.
"Soal ganda putri, saya yakin dengan kemampuan pemain saya, Greysia/Nitya. Mengenai penampilan mereka, sebenarnya sudah cukup bagus secara permainan, tapi saat melawan Korea sempat lengah. Ini sudah kami evaluasi agar jangan terulang lagi," ungkapnya.
Tim Thomas dan Uber Indonesia akan melakoni laga perempat final pada Kamis (22/5) di Siri Fort Indoor Stadium, pukul 18.00 waktu New Delhi. (Badmintonindonesia.org)
Hasil undian perempat final Uber Cup:
1. China vs Inggris
2. Korea Selatan vs Thailand
3. India vs Indonesia
4. Jepang vs Denmark
Semifinal
1 vs 2
3 vs 4
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank