Suara.com - Tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, gagal memangkas rekor buruknya dari pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, setelah menelan kekalahan 19-21 dan 13-21, dalam laga pertama babak semifinal Thomas Cup. Dengan hasil ini, Indonesia, untuk sementara tertinggal 0-1 dari Malaysia.
Tommy sempat membuka harapan Indonesia pada set pertama, setelah berhasil unggul pada poin-poin awal. Tetapi, Chong Wei bermain lebih tenang dan konsisten, hingga berhasil membalikkan keadaan.
Di akhir set pertama, Tommy sempat memberikan kembali perlawanan sengit kepada pebulutangkis nomor wahid dunia itu, ketika berhasil menyamakan kedudukan 19-19. Namun, Chong Wei tetap tenang, dan berhasil menyudahi perlawanan Tommy 21-19.
Set kedua, Tommy sempat kembali membuka asa setelah unggul 5-1. Tapi, lagi-lagi, Chong Wei bermain tenang dan mampu menyalip putra Icuk Sugiarto itu, menjadi 11-8.
Tommy kian terpuruk. Sementara Chong Wei semakin di atas angin. Secara perlahan, poin demi poin, berhasil dicetak oleh Chong Wei, hingga menjauhkan skor menjadi 18-12.
Dan akhirnya, Tommy benar-benar tak mampu membendung kedigdayaan Chong Wei. Dia menyerah 21-13.
Berita Terkait
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Kandas di Final, Jonatan Christie Gagal Akhiri Puasa Gelar Indonesia Open
-
Drama Rubber Gim, Fadia/Tiwi Gagal Melaju ke Semifinal Indonesia Open 2026
-
Kevin Sanjaya Tak Ingin Anaknya Jadi Atlet Pro: Juara Itu Cuma Satu dari Jutaan Orang!
-
Alwi Farhan Bongkar 'Trauma' Thomas Cup, Bidik Kebangkitan di Indonesia Open 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT