Suara.com - Seorang warga dihakimi massa karena kepergok mencuri celana dalam perempuan milik salah satu penduduk di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Rosidi warga di tempat kejadian perkara (TKP) di Baturaja, Minggu (25/5/2014) mengatakan bahwa nyawa pelaku, Sid (65), berhasil diselamatkan dari amukan warga yang geram setelah petugas Polres Ogan Komering Ulu (OKU) datang ke lokasi.
"Ketua Rukun Tetangga kami menghubungi pihak kepolisian yang langsung mengevakuasi tersangka ke Mapolres OKU. Daripada pelaku tewas dihajar massa, lebih baik kami serahkan saja pelaku ke Polisi" ujar Rosidi.
Saat kejadian, kata dia, sempat membuntuti pelaku karena bertingkah mencurigakan dan terbukti mendapati tersangka menggasak dua celana dalam yang disebunyikannya di dalam tas milikinya.
"Kami warga di sini sudah sering kehilangan pakaian di jemuran, saat itu saya membuntuti pelaku karena curiga, saat tersangka beraksi langsung saya tangkap dan dibawa ke rumah ketua Rukun Tetangga (RT)," ujar Rosidi.
Sementara, tersangka Sid saat ditemui di Mapolres OKU mengaku mencuri dua lembar celana dalam tersebut untuk dipakai sendiri, karena tidak punya.
"Baru kali ini pak saya mencuri," kata pelaku yang telah dua tahun ditinggal pergi oleh sang istri tersebut.
Kakek yang bekerja sebagai tukang bangunan ini juga mengatakan, kalau dirinya mencuri celana dalam sama sekali bukan untuk menambah kekuatan tenaga dalam seperti dituduhkan oleh warga.
"Saya ini murni mencuri untuk dipakai sendiri, tidak ada untuk ilmu atau kekuatan," katanya.
Kapolres OKU AKBP Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan tersangka berikut barang bukti di Mapolres setempat.
"Tersangka beserta barang bukti hasil kejahatan telah kita amankan di Mapolres sebagai barang bukti" tegas kapolres. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi
-
Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur
-
Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi
-
Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Jaksa Kukuh Sebut Pembelian Chromebook Nadiem Kemahalan
-
Tak Layak Jadi Justice Collaborator! Kejagung: Sony Sonjaya Pelaku Utama Jual Beli Titik SPPG
-
Sufmi Dasco Sebut Narasi Indonesia Runtuh Sengaja Digoreng: Padahal Ekonomi Kita Kuat
-
Kasus Suap Bea Cukai Rp71 Miliar Masuk Pengadilan, Tiga Pejabat DJBC Segera Disidang
-
Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah