Suara.com - Gara-gara tidak mampu membayar utang yang menggunung, sebuah keluarga di Cina nekat melakukan bunuh diri. Keluarga yang terdiri atas suami istri dan satu anak itu menyalakan setumpuk batu bara di dalam rumah dan menunggu sampai asap pembakaran membunuh mereka bertiga.
Menurut kesaksian sejumlah tetangga, Zhang Lu, (69), bersama istrinya Lin Lung, (62), dan putranya Zhang Tang, (25) memang putus asa akibat tidak kuat membayar tagihan kartu kredit yang membengkak. Kabarnya, utang kartu kredit mereka mencapai 900 Poundsterling atau setara dengan Rp18 juta.
Kerabat keluarga itu mengaku, keluarga itu sempat mengatakan berencana bunuh diri karena tidak mampu melunasinya. Namun, para kerabat tidak menanggapinya secara serius.
Setelah sehari tidak terlihat, para kerabat mendatangi apartemen tempat tinggal mereka dan mendapatinya dalam keadaan terkunci. Petugas pemadam kebakaran yang dipanggil mendobrak pintu dan menemukan ketiganya sudah tidak bernyawa.
Sebelum membakar batu bara, mereka menyumpal semua celah pada pintu dan jendela dengan handuk. Dengan demikian, asap pembakaran batu bara tetap berkumpul di dalam ruangan.
Peristiwa ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak yang mengkritik mudahnya proses pembuatan kartu kredit dewasa ini sehingga banyak warga yang tergiur. Padahal, kadang mereka belum perlu dan bahkan belum punya pendapatan memadai. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT