Suara.com - Calon presiden (capres) nomor dua, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan program Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar akan ia terapkan kelak setelah menjadi Presiden RI. Ia memastikan program ini tidak akan berbenturan dengan Kartu Jaminan Nasional (KJN) yang diterbitkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
"Yang jelas ini sudah kita kerjain dan di Jakarta sudah ada koreksi-koreksi," kata Jokowi di Kampung Nelayan Indah, Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/6/2014).
Dia menjelaskan program kartu tersebut mirip dengan yang sudah ia terapkan di Solo dan Jakarta, tentu saja nanti ada yang diperbagus lagi.
Untuk saat ini, Jokowi belum dapat menyebutkan nilai anggaran untuk pembuatan kartu tersebut.
"Hitung-hitungan setelah saya jadi presiden. Anggaran saja disisain berapa? kan anggarannya sudah berjalan," tutur Jokowi.
Dia menargetkan seluruh provinsi yang memiliki angka kemiskinan banyak akan kebagian kartu tersebut.
"Sudah tahu kan, di NTT, Papua. Termasuk kalau profesi, untuk nelayan," kata Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
-
Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa
-
Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
-
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
-
Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum