Suara.com - Saat tampil di acara debat perdana, penampilan calon presiden (capres) nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi), berbeda dari biasanya. Biasanya ia mengenakan kemeja kotak-kotak berlengan panjang, tapi malam itu ia memakai jas hitam plus dasi merah. Mengapa demikian?
"Ya biar keren, biar kerenlah. Masa kita pakai yang sederhana terus. Dipikir presidennya kuno. Ya biar saja, sekali-kali lah, saya jarang pakai jas. Biar kelihatan keren dan juga ada presidential look-nya," kata Jokowi di tengah kunjungan di Kampung Nelayan Indah, Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/6/2014).
Selain mengenakan jas dan dasi, Jokowi juga tampil stylist. Rambutnya ditata klimis. Tapi penampilan keren Jokowi sedikit terganggu oleh kertas putih yang menyembul dari dalam jas.
Orang-orang lalu berpikir macam-macam tentang kertas itu. Jokowi menjelaskan kertas itu adalah tulisan doa.
"Itu doa dari ibu saya. Doa untuk meminta ketenangan," kata Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan