Suara.com - Mantan Menteri Penerangan Letjen (purn) TNI Yunus Yosfiah mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Panglima Tertinggi harus mengambil tindakan terkait mantan Panglima TNI (dulu ABRI) Jenderal (purn) Wiranto yang mengeluarkan pernyataan tentang pemberhentian Prabowo Subianto dari militer dan penculikan aktivis selama periode 1997-1998.
"Saya minta itu Panglima TNI agar supaya ini diperiksa atau diusut. Kalau ternyata itu melanggar pidana militer, harus masuk pengadilan militer," kata Yunus Yosfiah di markas Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, Rumah Polonia, Jakarta Timur, Jumat (20/6/2014).
Menurut Yunus, apabila pernyataan Wiranto terbukti melanggar aturan main militer, maka harus diperiksa. Yunus menambahkan rahasia negara seharusnya tidak dibuka, apalagi prajurit sudah disumpah untuk itu.
"Itu sumpah prajurit, memang rahasia negara, sekeras-kerasnya itu sumpah prajurit (harus dijaga rahasia negara)," kata dia.
Yunus mengatakan Presiden SBY harus turun tangan.
"Tidak boleh negara membiarkan ada orang berbicara seenaknya yang sebetulnya tidak perlu dibicarakan, membuat prajurit resah. Karena apa? seharusnya memegang rahasia, kok sekarang membongkar macam-macam," kata Yunus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya