Suara.com - Tim Pemenangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menantang Capres Prabowo Subianto untuk menjadi imam Salat Tarawih saat bulan suci Ramadan nanti.
"Kami ingin mengetahui apakah Pak Prabowo apakah bisa menjadi imam saat Salat Tarawih nanti. Selain menjadi imam kami juga menantang beliau untuk lomba mengaji Al-Quran dengan Pak Jokowi," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar TB Hasanudin kepada Antara, Jumat (20/6/2014).
Hasanudin yang merupakan rekan Prabowo selama masih di TNI tahu benar sifat dan kepribadian mantan jendral bintang tiga tersebut.
Selama menjadi taruna dan bertugas di TNI, dirinya belum pernah sekalipun melihat rekannya itu (Prabowo) salat. Maka dari itu pada Pemilihan Presiden 9 Juli ini, Hasanudin ingin membuktikan siapa yang iman islamnya taat dan pandai mengaji.
Hasanuddin yang saat ini menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK di Jabar menyebutkan, kampanye hitam tentang Jokowi tentang isu SARA tersebut yang dilontarkan oleh tim pemenangan Indonesia Baru (Prabowo-Hatta Rajasa) harus dibuktikan.
Maka dari itu, pihaknya menantang tim pemenangan Prabowo-Hatta untuk mengadakan lomba mengaji dan apakah saat Ramadan nanti Prabowo bisa menjadi imam Salat Tarawih. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi