Suara.com - Terdakwa kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menuding tuntutan Jaksa KPK yang menginginkan dirinya dipenjara seumur hidup merupakan aksi balas dendam dan mencari popuritas.
Dalam pledoi, atau pembelaannya yang dibacakan di persidangan Pengadilan Tipikor hari ini, Senin (23/6/2014), menyatakan apa upaya kesengajaan dari Jaksa KPK.
"Sungguh ironis seperti pengadilan jalanan, maka jelas dan nyata tuntutan yang diajukan kepada saya balas dendam dan popularitas mempengaruhi persidangan," katanya.
Selain itu Akil juga menuding kalau Pimpinan KPK telah bertindak melanggar etika karena mengumumkan terlebih dahulu tuntutan ke media. Dia menilai, hal itu sebagai upaya perlombaan menghukum dirinya.
"Pimpinan KPK berlomba-lomba tentang status saya," kata Akil.
Dia berharap Majelis Hakim Tipikor dapat memberikan keputusan vonis bukan berdasarkan opini yang diajukan oleh Pimpinan KPK.
"Oleh karena itu saya berharap vonis yang dijatuhkan kepada saya, buakan opini atau niat busuk pimpinan KPK yang ingin mejatuhkan hukuman kepada saya," seru Akil ketika pembacaan pledoi.
Akil Mochtar dituntut dengan pidana penjara seumur hidup oleh Jaksa KPK dan denda sebesar Rp10 miliar.
Jaksa menilai, Akil secara sah dan meyakinkan secara hukum menerima suap senilai Rp57 miliar terkait pengurusan sebanyak 15 sengketa Pilkada di MK.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas