Suara.com - Para prajurit TNI harus bersikap tenang karena purnawirawan tidak dapat mempengaruhi prajurit yang telah bertekad untuk menjaga netralitas. Jika TNI tidak menjaga netralitas, maka ada sebuah risiko politik yang panjang. TNI tidak mau memiliki beban politik karena kesalahan yang dibuatnya sendiri sebab akan menyulitkan menjadi prajurit profesional.
Penegasan tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di depan sekitar tiga ribu prajurit TNI, baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang berada di wilayah Yogyakarta, di Hanggar Skadron Pendidikan (Skadik) 101 Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Acara ini juga dihadiri Kasad Jenderal TNI Budiman, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia serta para pejabat TNI lainnya.
Dikatakan, para purnawirawan tidak memiliki pangkat dan jabatan, oleh karena itu prajurit TNI tidak dalam pengaruh mereka. Jika Panglima TNI tidak dapat dipengaruhi dan tidak mau dipengaruhi, maka seluruh prajurit TNI tidak perlu cemas sehingga diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak perlu terpengaruh situasi tersebut.
“Dalam negara demokrasi dinamika politik seperti ini jangan dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, kehadiran para purnawirawan untuk berpartisipasi dalam demokrasi adalah wajar dan sah, tidak ada yang bisa melarang karena para purnawirawan mempunyai hak politik sepenuhnya,” kata Panglima TNI dalam keterangan pers yang diterima suara.com.
TNI bertekad untuk menjadi prajurit yang profesional. Jika dulu tuntutan profesional berasal dari luar, maka sekarang tuntutan tersebut justru dari dalam, kata Panglima TNI.
TNI ingin menjadi prajurit profesional yaitu prajurit yang dilengkapi alutsistanya, prajurit yang yang tidak berpolitik praktis, prajurit yang tidak berbisnis tapi prajurit yang memiliki kesejahteraan.
“Sekarang ini kami menuntut seperti itu, jadikan kami prajurit yang profesional. Jangan hanya dikatakan tidak netral terus, tidak ada prajurit TNI yang tidak netral, untuk itu para prajurit TNI tidak perlu bingung,” kata Panglima TNI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Khutbah di Bawah Lembah: Melawan Tanpa Kebencian, Bertahan Demi Martabat
-
Bisnis Agen Logistik Kian Dilirik Anak Muda, Modal Mulai Rp10 Juta
-
Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!
-
Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani
-
Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat
-
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
-
Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100