Suara.com - Calon wakil presiden pasangagn nomor urut 2 Jusuf Kalla (JK) datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk verifikasi harta kekayaanya menjelang pilpres 9 Juli 2014. Kedatangan JK tak lama setelah capresnya, Jokowi usai menjalani verifikasi harta kekayaan yang berlangsung sekitar tiga setengah jam.
JK datang dengan mengenakan kemeja putih panjang dan di sambut oleh juru bicara KPK, Johan Budi.
"Nanti, nanti, nanti ya," kata Jusuf Kalla sambil melangkah masuk ke dalam kantor KPK, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Kamis (26/6/2014).
Kedatangan JK tersebut berselang 20 menit dari Jokowi yang juga usai melakukan verifikasi. Jokowi datang datang ke KPK sekitar pukul 9.00 WIB dan selesai sekitar pukul 12.40 WIB.
Hasil verifikasi laporan itu nanti akan diserahkan KPK ke KPU dan kemudian diumumkan kepada publik.
Seperti diketahui laporan dan verifikasi tersebut sesuai dengan Pasal 5 huruf f dan pasal 14 ayat 1 huruf d, UU nomor 42 Tahun 2008 tentang pemilihan Umum Presiden dan wakil Presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja
-
Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK
-
Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy
-
545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas
-
Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim
-
75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Marak Kekerasan di Daycare, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pengasuhan Anak
-
Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!
-
YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG