Suara.com - Terdakwa kasus dugaan tindak pencucian uang tekait proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor, Anas Urbaningrum, membantah bertemu dengan bekas Sekretaris Menteri Pemuda dan Olah Raga (Sesmenpora) Wafid Muharam untuk membahas proyek.
Dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (3/7/2014), Anas sekaligus menjawab dakwaan jaksa yang menyebut telah terjadi pertemuan di Charter Box, Plaza Senayan.
"Saya tidak bertemu dengan Wafid Muharam di Charter Box, Plaza Senayan. Berarti bertentangan dengan dakwaan JPU yang mengatakan saya pernah bertemu dengan Wafid bahas proyek Hambalang," kata Anas saat usai mendengarkan kesaksian.
Hal itu juga senada dengan keterangan Wafid, ketika ditanya oleh Majelis Hakum ketua, Haswandi.
"Insya Allah tidak pernah, seingat saya tidak pernah, Insya Allah," sahut Wafid menjawab pertanyaan hakim.
Selain membahas pertemuan di Charter Box, Anas juga menanyakan kemungkinan ada pertemuan lain dengan Wafid selain bertemu tahun 2010, yang dijawab Wafid tidak pernah.
Selain itu, mantan Ketua Partai Demokrat ini juga sempat menanyakan perihal apakah dirinya pernah diminta oleh Wafid untuk mengurus proyel di Kemenpora, dan lagi-lagi dijawab saksi tidak pernah.
Anas didakwa melakukan pencuncian uang dan diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain, berupa 1 unit mobil Toyota Harrier B 15 AUD senilai Rp670 juta, 1 unit mobil Toyota Vellfire B 69 AUD senilai Rp735 juta, serta uang Rp116,525 miliar, dan 5,261 juta dolar Amerika Serikat.
Anas juga disebut mendapat fasilitas survei gratis dari PT Lingkaran Survei Indonesia senilai Rp478, 632 juta. Selain itu, Anas didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang sebesar Rp20,8 miliar dan Rp3 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
-
Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK
-
Bertemu Dubes Filipina, Yusril Jajaki Transfer Narapidana dan Bahas Status WNI Tanpa Dokumen