News /
Senin, 07 Juli 2014 | 17:02 WIB
Logo turnamen Wimbledon.

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyambut gembira dan memberikan apresiasi khusus pada Tami Grende, petenis putri Indonesia yang menjadi juara ganda putri di turnamen Wimbledon yunior. Dengan penuh kebanggaan, Roy berharap Tami bisa terus meningkatkan prestasinya.

“Prestasi ini juga diharapkan dapat mendorong para petenis dan para atlet Indonesia untuk saling berlomba lebih keras lagi guna mendapatkan prestasi seoptimal mungkin di berbagai event internasional,” kata Roy Suryo seperti dilansir laman Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senin (7/7/2014).

Tami Grende sukses menjadi juara ganda putri di turnamen Grand Slam Wmbledon yunior bersama pasangannya, Qiu Yu Ye dari Cina.

Dalam babak final  di All England Lawn Tennis and Croquet Tami/Qiu sukses menundukkan pasangan Marie Bouzkova/Dalma Galfi hanya dalam dua set langsung 6-2 dan 7-6.

Bagi Tami, ini menjadi pencapaian terbesarnya, setelah sebelumnya hanya bisa mencapai babak kualifikasi, saat bermain di French Open di nomor ganda putri. Selain turun di nomor ganda putri, petenis kelahiran Denpasar tersebut juga beraksi di nomor tunggal putri.

Namun nasibnya di nomor tunggal putri masih belum beruntung, lantaran harus tersingkir di putaran kedua, dari petenis junior andalan Inggris, Gabriella Taylor dua set langsung 6-4 6-4. Tami lahir di Denpasar, Bali pada tanggal 22 Juni 1997 dan merupakan petenis berdarah Italia dan Indonesia. Dia juga bermain untuk Indonesia di Piala Fed tahun lalu, tetapi  rekornya kurang bagus karena kalah tiga kali.

13 tahun yang lalu, prestasi serupa pernah dicapai oleh Angelique Widjaja namun pada nomor tunggal putri junior sebagai juara di Wimbledon pada tahun 2001 setelah berhasil mengalahkan petenis asal Rusia, Dinara Safina dengan 6–4 0–6 7–5.

Load More