Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyambut gembira dan memberikan apresiasi khusus pada Tami Grende, petenis putri Indonesia yang menjadi juara ganda putri di turnamen Wimbledon yunior. Dengan penuh kebanggaan, Roy berharap Tami bisa terus meningkatkan prestasinya.
“Prestasi ini juga diharapkan dapat mendorong para petenis dan para atlet Indonesia untuk saling berlomba lebih keras lagi guna mendapatkan prestasi seoptimal mungkin di berbagai event internasional,” kata Roy Suryo seperti dilansir laman Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senin (7/7/2014).
Tami Grende sukses menjadi juara ganda putri di turnamen Grand Slam Wmbledon yunior bersama pasangannya, Qiu Yu Ye dari Cina.
Dalam babak final di All England Lawn Tennis and Croquet Tami/Qiu sukses menundukkan pasangan Marie Bouzkova/Dalma Galfi hanya dalam dua set langsung 6-2 dan 7-6.
Bagi Tami, ini menjadi pencapaian terbesarnya, setelah sebelumnya hanya bisa mencapai babak kualifikasi, saat bermain di French Open di nomor ganda putri. Selain turun di nomor ganda putri, petenis kelahiran Denpasar tersebut juga beraksi di nomor tunggal putri.
Namun nasibnya di nomor tunggal putri masih belum beruntung, lantaran harus tersingkir di putaran kedua, dari petenis junior andalan Inggris, Gabriella Taylor dua set langsung 6-4 6-4. Tami lahir di Denpasar, Bali pada tanggal 22 Juni 1997 dan merupakan petenis berdarah Italia dan Indonesia. Dia juga bermain untuk Indonesia di Piala Fed tahun lalu, tetapi rekornya kurang bagus karena kalah tiga kali.
13 tahun yang lalu, prestasi serupa pernah dicapai oleh Angelique Widjaja namun pada nomor tunggal putri junior sebagai juara di Wimbledon pada tahun 2001 setelah berhasil mengalahkan petenis asal Rusia, Dinara Safina dengan 6–4 0–6 7–5.
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT