- Biaya persalinan di Amerika Serikat sangat tinggi, mencapai ratusan juta rupiah tergantung jenis prosedur dan lokasi rumah sakit.
- Pemerintah Amerika Serikat tidak menyediakan jaminan cuti melahirkan berbayar secara nasional bagi seluruh pekerja di negara tersebut.
- Keluarga di Amerika Serikat harus mengeluarkan sekitar 40 persen pendapatan rumah tangga untuk biaya penitipan anak setiap tahunnya.
Suara.com - Menjadi seorang ibu di Amerika Serikat ternyata tidak murah. Kantong harus tebal karena biaya melahirkan di sana bisa sampai ratusan juta rupiah.
Mulai dari proses kehamilan, persalinan, hingga biaya penitipan anak, keluarga di AS harus menghadapi beban finansial jauh lebih tinggi dibanding negara-negara maju lainnya.
Di Amerika Serikat seperti dikutip dari Al Jazeera, biaya persalinan sangat bergantung pada jenis asuransi kesehatan dan status rumah sakit, apakah masuk jaringan asuransi atau tidak.
Menurut data FAIR Health, biaya rata-rata persalinan normal dengan layanan dalam jaringan asuransi mencapai 15.178 dolar AS atau sekitar Rp245 juta.
Sementara operasi caesar rata-rata menelan biaya hingga 19.292 dolar AS atau setara Rp320 juta.
Beberapa negara bagian bahkan memiliki biaya jauh lebih mahal.
Di Alaska, persalinan normal bisa mencapai 29 ribu dolar AS atau setara Rp476,5 juta, sedangkan operasi caesar menembus hampir 40 ribu dolar AS atau setara Rp656 juta.
Masalah lain yang dihadapi para ibu di AS adalah minimnya cuti melahirkan berbayar.
Amerika Serikat menjadi salah satu dari sedikit negara maju yang tidak memiliki jaminan cuti melahirkan berbayar secara nasional.
Baca Juga: Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban
Undang-undang federal hanya memberikan hak cuti tanpa bayaran selama 12 minggu bagi sebagian pekerja.
Banyak ibu akhirnya terpaksa kembali bekerja lebih cepat demi menjaga pemasukan keluarga.
Setelah melahirkan, keluarga di Amerika Serikat masih harus menghadapi mahalnya biaya penitipan anak.
Pada 2023, pasangan di AS menghabiskan sekitar 40 persen pendapatan rumah tangga mereka hanya untuk childcare.
Angka itu menjadi salah satu yang tertinggi di dunia dan hampir dua kali lipat dibanding Ireland.
Di sejumlah negara Eropa seperti Germany dan Portugal, biaya penitipan anak bahkan nyaris gratis karena subsidi pemerintah.
Berita Terkait
-
Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban
-
Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700
-
Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam
-
Rekor! Lionel Messi Lampaui 100 Kontribusi Gol Tercepat Sepanjang Sejarah MLS
-
Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
JK Diserang Isu Miring, Aliansi Ormas Islam: Mungkin Mau Dirusak
-
Heboh Dugaan Jaringan Pedofilia WNA Jepang di Blok M, Polda Metro Turun Tangan
-
PKS Usul Pemprov DKI Jakarta Blokir NIK Suami yang Tak Nafkahi Anak-Istri usai Cerai
-
Maling Motor Bersenjata Api Tembaki Pemilik CRF di Kebon Jeruk, Korban Terluka
-
Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow
-
Kemendagri Klarifikasi Informasi Penggunaan KTP-el dan Fotokopi Identitas
-
DPR Kritik SE Mendikdasmen: Hanya Solusi Jangka Pendek, Tapi Status Guru Honorer Masih Tak Jelas
-
Pemodal Masih Diburu! Bareskrim Pastikan 275 WNA Kasus Judol Hayam Wuruk Disidang di Indonesia
-
Penampakan Gudang PT Indobike Isi Ribuan Motor Honda-Yamaha Hasil Kejahatan Fidusia di Jaksel
-
Pemerintah Dorong Kampus Kelola MBG, DPR: Jangan Sampai Ganggu Fokus Pendidikan