Suara.com - Kepolisian Indonesia akan meminta keterangan presiden terpilih Joko Widodo dalam kasus tabloid Obor Rakyat, Kamis (24/7/2014). Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Ronny F Sompie mengatakan, Jokowi akan diperiksa sebagai korban dalam kasus Obor Rakyat.
Menurut dia, tim penyidik dari Badan Reserse dan Kriminal sudah berkoordinasi dengan tim advokasi untuk meminta keterangan dari Jokowi.
“Beliau (Jokowi-red) itu akan diminta keterangan sebagai saksi korban untuk melengkapi berkas perkara. Karena kasus ini masuk delik aduan, tindak pidana umum sesuai UU KUHP. Dalam kasus delik aduan harus ada keterangan dari saksi korban,” kata Ronny kepada suara.com melalui sambungan telepon, Kamis (24/7/2014).
Ronny menambahkan, apabila penyidik sudah mendapatkan keterangan yang lengkap dari Jokowi, maka berkas perkara akan dinyatakan lengkap dan segera dilimpahkan ke kejaksaan.
Dengan demikian, kata dia, kasus Obor Rakyat bisa segera masuk ke persidangan. Ronny menambahkan, polisi sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi dalam kasus ini, termasuk penyandang dana.
Obor Rakyat merupakan tabloid yang beredar selama kampanye pemilu presiden lalu yang berisi fitnah terhadap calon Presiden Joko Widodo. Polisi sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini yaitu Setyardi yang merupakan Pemimpin Redaksi dan Darmawan Sepriyosa yang merupakan penulis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media