Suara.com - Model lelang jabatan yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dinilai sukses untuk menjaring orang-orang berkompetensi untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di struktur pemerintahan Jakarta.
Tak heran bila kemudian model tersebut akan diadopsi Jokowi -- yang sekarang menjadi Presiden RI terpilih hasil Pilpres 2014, -- untuk mengisi kabinet pemerintahan periode 2014-2019.
"Iya kurang lebih seperti itu," kata Jokowi usai menghadiri acara buka puasa bersama di rumah Menteri Kordinator Perekonomian Chairul Tandjung, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/7/2014) petang.
Jokowi menegaskan bahwa orang-orang yang akan ia pasang menjadi menteri dan jabatan-jabatan strategis lainnya nanti harus memiliki kompetensi, leadership yang kuat, kemampuan manajerial yang baik, paham manajemen administrasi kepemerintahan, bersih dari korupsi, dan mau melayani masyarakat.
Namun, untuk sekarang, komposisi latar belakang antara kalangan profesional dan kader, belum ditentukan. Saat ini, tim khusus atau tim transisi pemerintahan tengah fokus menggodok para kandidat.
"Bisa 20-80 bisa 70-30 bisa 90-10 ini belum ini baru kemarin. Kamu sudah tanya detail gimana saya jawabnya. Nanti kalau tim transisi sudah siap," ujarnya.
"Kita nggak pakai murni atau nggak murni (profesional), yang penting (kerjanya) profesional. Jangan dipisah-pisah antara partai dan partai. Harus konsentrasi terhadap kabinet," Jokowi menambahkan.
Terkait dengan polling calon menteri yang beredar di media sosial, Jokowi mengatakan itu merupakan masukan dari publik, bukan calon menteri yang sudah ditetapkan. Kendati demikian, tidak tertutup kemungkinan nama-nama yang direkomendasikan masyarakat bisa terpilih.
"Itu kan tadi saya sampaikan. Itu hanya masukan-masukan. Namanya mau seribu, lima ratus, lima ribu ya nggak apa-apa," kata Jokowi.
Disinggung apakah dalam acara buka puasa tadi ada pembicaraan tentang formasi koalisi partai? Secara diplomatis, Jokowi mengatakan, "Ya cuma makan-makan saja."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?