Suara.com - Pihak Israel dan Palestina dilaporkan telah sama-sama menyetujui adanya gencatan senjata sejenak atas permintaan PBB. Gencatan senjata demi aksi kemanusiaan itu akan dimulai pada Sabtu (26/7/2014) pagi waktu setempat, yang oleh sejumlah pihak dinilai bisa mengawali langkah gencatan senjata jangka panjang.
Militer Israel menyatakan bahwa mereka akan menghentikan serangan mulai pukul 08.00 waktu setempat (pukul 12.00 WIB), namun masih akan terus menyisir terowongan-terowongan yang diduga digunakan kaum militan. Sementara Hamas, melalui seorang juru bicaranya, juga mengatakan bahwa pihaknya beserta seluruh faksi di Palestina telah setuju dengan usulan itu, di mana para pejuang akan menurunkan senjata.
Sebelumnya, pertempuran sendiri masih berlanjut semalaman, sementara Menlu AS John Kerry yang sudah berada di kawasan itu mencoba melakukan beberapa inisiatif untuk menghentikan pertikaian. Laporan terakhir dari Gaza, lima warga kembali tewas akibat serangan Israel, yang membuat total korban sejauh ini mencapai 865 orang dengan sebagian besarnya adalah warga sipil.
Sebelumnya pula, sejumlah roket dilaporkan meluncur dari Gaza, yang memicu sirine di sebagian besar kawasan selatan dan pusat Israel. Tak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan, di mana sebagian besar roket berhasil diatasi oleh sistem Iron Dome Israel.
Israel sendiri pada Jumat juga sudah kembali menolak usulan internasional untuk dilakukannya gencatan senjata yang lebih permanen. Namun sementara itu, Kerry yang berada di Kairo, menyatakan bahwa sejauh ini belum ada proposal perdamaian resmi yang diajukan.
Kerry juga mengatakan bahwa masih ada beberapa perbedaan terkait terminologi gencatan senjata tersebut. Meski begitu, dia mengaku yakin akan ada satu kerangka yang berhasil. Dia juga mengatakan bahwa perkembangan serius telah dicapai, kendati masih banyak yang harus dilakukan.
Upaya-upaya perdamaian di meja perundingan masih akan berlanjut Sabtu ini di Paris, Prancis, di mana diagendakan sebuah pertemuan penting terkait Israel-Palestina. Prancis akan menjadi tuan rumah pertemuan sejumlah diplomat AS, Inggris, Jerman, Italia, Turki, Qatar, serta Uni Eropa, guna membahas masalah ini. [Reuters]
Berita Terkait
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Di Hadapan Raja Yordania, Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perdamaian di Palestina
-
Ketua YLBHI Kritik Sikap Inferior Presiden Prabowo di Hadapan Donald Trump
-
Bayang-Bayang Perang: 12 Jet Tempur Amerika Mendarat saat Iran-AS Bersiap Berunding di Jenewa
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
H-10 Lebaran, Menteri PU Targetkan Pantura Barat Bebas Lubang
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas