Suara.com - Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla mengaku tidak mendapat pesan khusus saat menyambangi Istana Negara dalam rangka mengikuti Open House Presiden RI.
"Tidak ada pesan (dari Presiden)," kata Jokowi kepada wartawan setelah keluar dari Istana Negara, Jakarta, Senin (28/7/2014).
Jokowi yang memakai baju batik biru datang menghadiri open house Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara didampingi oleh istrinya, Iriana.
Sementara Jusuf Kalla yang memakai batik coklat dan berpeci hitam juga datang bersama istrinya, Mufidah. Saat bersalaman, Presiden SBY juga menyempatkan berpose untuk foto bersama dengan Jokowi.
Pada Senin (28/7) ini adalah open house terakhir SBY sebagai Presiden RI. Jokowi sendiri sebelumnya juga melakukan open house di Balaikota DKI dan menerima beberapa tamu di Rumah Dinas Taman Surapati No 7, Jakarta Pusat.
Di Balaikota DKI, Jokowi mengatakan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah merupakan momen pemersatu bangsa.
"Setelah kita menjalani satu bulan di bulan penuh barokah, mafiroh dan pengampunan, sekarang kita kembali ke fitri sebagai sebuah bangsa besar agar seluruh masyarakat kembali menjadi sebuah bangsa yang satu, bangsa Indonesia," kata Jokowi.
Untuk itu, menurut Jokowi, momen Lebaran hendaknya digunakan sebagai momen rekonsiliasi di tahun politik setelah pemilihan umum. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Gak Kapok! Bupati Muara Enim Edison Kembali Jadi Tersangka KPK di Kasus Suap BPK
-
Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan
-
Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan
-
Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global
-
Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
-
Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya
-
504 Kepala Daerah Korup Sejak 2005, Mengapa Dana Banpol Tak Mampu Memperbaiki Kualitas Politik?