Suara.com - Hari ini, 131 tahun yang lalu, seorang calon diktator lahir di Predappio, Forli, Italia. Orang itu adalah Benito Mussolini, jurnalis sekaligus politisi Italia yang sukses menapaki karier menjadi Perdana Menteri dan bersekutu dengan pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler.
Mussolini terlahir dengan nama Benito Juarez. Nama itu diambil sang ayah dari nama seorang tokoh revolusi Meksiko. Pandangan politik Mussolini muda diturunkan dari sang ayahnya yang menganut paham sosialis. Sebelum terjun ke politik, Mussolini bekerja sebagai redaktur surat kabar. Di situlah ia menempa kemampuan propagandanya.
Kemudian, Mussolini bergabung dengan Partai Sosialis Italia (PSI). Namun, karena menentang kebijakan partai yangnetral terhadap Perang Dunia I, dia pun dikeluarkan dari partai. Mussolini lalu membentuk gerakan sendiri yang ia namakan gerakan fasisme dan berhasil menggalang pendukung sampai duduk di kursi Perdana Menteri pada tahun 1922. Julukannya kala itu adalah Il Duce (Sang Pemimpin).
Saat berkuasa, Mussolini memainkan politik kotor. Dengan polisi rahasianya, Mussolini menyingkirkan satu per satu lawan politiknya. Ia pun membentuk Italia menjadi negara totaliter dengan satu partai sebagai penguasa.
Dalam Perang Dunia II, Mussolini berpihak pada Hitler dengan harapan mendapat bagian wilayah Prancis yang diinvasi oleh Jerman. Berbagai propaganda Italia dan Nazi menyebutkan kedua pemimpin kejam itu memiliki hubungan baik. Namun, keduanya memiliki pandangan yang agak berbeda soal paham anti-ras tertentu. Mussolini memang sepaham dengan Hitler bahwa ras kulit putih Eropa adalah arsitek peradaban dan kebudayaan. Mussolini pun seorang anti-semit (anti-yahudi). Bahkan, berdasarkan sebuah buku harian seorang selingkuhannya, kebencian Mussolini pada Yahudi melebihi kebencian Hitler. Namun, Mussolini pernah mencibir Hitler dan Nazi-nya yang mengagung-agungkan ras Arya. Menurut Mussolini, bangsa Arya masih buta huruf saat Romawi-peradaban nenek moyang Italia-sudah memiliki pemimpin besar seperti Julius Caesar, Virgil, dan Augustus.
Sayang, berpihak pada Nazi, Mussolini tampaknya salah langkah, Negara-negara Sekutu tak menerima proposal damai yang diajukan Jerman, termasuk pembagian kekuasaan. Pasukan Sekutu pun menyerbu Italia. Di saat yang sama, Mussolini ditumbangkan dari kursi kekuasaan oleh Dewan Utama Fasisme dan ditangkap oleh Raja Italia Victor Emmanuel III. Mussolini dijebloskan ke penjara namun dibebaskan oleh pasukan khusus Jerman.
Pada tahun 1945, saat jerman dan sekutunya di ambang kekalahan, Mussolini mencoba melarikan diri ke utara. Malang, dirinya ditangkap oleh gerakan rakyat Italia yang menentang rezim fasis dan Jerman. Ia pun dieksekusi mati di dekat Danau Como, Italia. Jenazahnya dibawa ke Milan lalu digantung dengan posisi kepala terbalik di sebuah tempat umum. (alphahistory/nbc news)
Baca juga:
Nelson Mandela, Sang Pejuang Anti-apartheid
Ayatollah Ali Khamenei, Penentang Kanker Zionisme
Aung San Suu Kyi, Si Pejuang HAM
BJ. Habibie, Pencipta Gatotkaca
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun