Suara.com - Bukan hanya berkas gugatan yang dibuat tim kuasa hukum Prabowo-Hatta yang mengalami kesalahan ketik dalam berkas permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2014, ternyata Mahkamah Konstitusi (MK) juga melakukan kesalahan serupa.
MK salah menuliskan nama-nama untuk pihak termohon dalam gugatan, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Penelusuran suara.com, Kamis (7/8/2014), dalam risalah perkara yang teregister nomor 01/PHPU.PRES/XII/2014, ada sejumlah kesalahan penulisan nama Komisioner KPU. Risalah ini bisa dilihat di laman resmi MK, di www.mahkamahkonstitusi.go.id
Di antara kesalahan tulis ini adalah nama Komisioner KPU Ida Budiarti. Padahal nama komsioner tersebut seperti yang tertulis di laman resmi KPU, www.KPU.go.id adalah Ida Budhiati.
Kemudian juga soal kesalahan penulisan nama Komisoner Husni Kamil Manik, dalam laman MK tadi, dituliskan Khusni Kamil Manik.
Juga penulisan nama Feri Kurnia yang tidak tepat dengan nama yang tertera di laman milik KPU yakni Ferry Kurnia Rizkiyansyah.
Mahkamah Konstitusi juga salah menuliskan nama Komisioner KPU Arief Budiman. Ada kekurangan huruf 'e' dalam risalah milik MK.
Kemudian ada kekurangan kata dalam penulisan Hadar Gumay, yang seharusnya Hadar Nafis Gumay bila disesuaikan dengan laman KPU.
Dalam risalah MK ini, hanya Juri Ardiantoro yang tepat penulisannya. Namun, nama Komisioner Sigit Pamungkas tidak disertakan dalam risalah tersebut.
Serta, ada dua nama yang bukan termasuk Komisioner KPU, yaitu Nur Syarifah dan Catherine Natalia. Nur Syarifah diketahui merupakan Kepala Biro Hukum KPU.
Untuk diketahui, sembilan Hakim Konstitusi pada sidang pendahuluan permohonan gugatan ini, kemarin, mengkritisi soal berkas Prabowo-Hatta yang banyak kesalahan ketik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Militer AS Gunakan AI Claude Serang Iran, Padahal Trump Sudah Putus Hubungan dengan Pemiliknya
-
Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Wapres ke-6 RI Try Sutrisno di TMP, Langit Kalibata 'Menangis'
-
Waspada Lonjakan Mendadak! Polri Siapkan 161 Ribu Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
-
Analis: Stok Pencegat Rudal AS Menipis, Kapal Perang dan Tanker di Selat Hormuz Jadi Incaran
-
Ketua MPR Harap Indonesia Tak Kena Dampak Perang ASIsrael dengan Iran
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Operasi Ketupat 2026, Polri Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahmad Muzani Ungkap Pesan Terakhir Try Sutrisno: Ingin Amandemen UUD 45
-
Israel Tingkatkan Serangan ke Lebanon Buntut Roket dan Drone Hizbullah