Suara.com - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang lanjutan Perkara Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di gedung MK Jakarta, Jumat (8/8/2014).
Dalam sidang tersebut tim kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajukan keberatan dan meminta tambahan perbaikan kepada Majelis Hakim.
“Kami belum siap secara tertulis seluruhnya secara waktu. Kedua kami keberatan dan meminta tambahan perbaikan,” ujar Adnan Buyung Nasution di ruang sidang MK, Jumat (8/8/2014).
Adnan Buyung menambahkan, permintaan tambahan waktu perbaikan itu dikarenakan isi materi yang diajukan pihak Prabowo-Hatta berisi materi baru.
“Dari pihak pemohon ternyata isi materinya baru dan karena itu, bukan hanya mempersulit tetapi tidak adil buat kami,” tambah Adnan Buyung.
Pihak Prabowo-Hatta telah melakukan perbaikan gugatan pada Kamis (7/8/2014) kemarin. Tim Pengacara Prabowo-HAtta, Elsa Syarif mengatakan, saksi-saksi ini sudah diseleksi dengan baik. Mereka, katanya, adalah orang-orang yang mengetahui dan melihat, adanya dugaan money politic, pembakaran Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan kecurangan penghitungan suara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara