News / Metropolitan
Jum'at, 08 Agustus 2014 | 14:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta sekaligus Presiden terpilih, Joko Widodo. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Gubernur Jakarta Joko Widodo menganggap pro dan kontra penerapan aturan pemakaian baju adat Betawi atau baju encim bagi siswa sekolah di Ibu Kota sebagai hal yang wajar.

"Sesuatu yang baru pasti ada yang setuju dan tidak. Ada yang komentar dan tidak komentar, biasa itu mah dulu, waktu ini juga sama," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Jokowi mengaku tidak akan mencabut peraturan tersebut demi menegakkan disiplin.

"Satu persatu dimulai, kita tidak mungkin langsung, kita harus satu persatu, kalau tidak nanti kita seperti ini terus," katanya.

Pemerintah provinsi, menurut dia, akan mengatur jadwal pemakaian baju encim bagi anak-anak sekolah.

"Harinya akan diatur seperti kita pakai baju batik hari apa? Safari hari apa?," katanya.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya mengatakan bahwa siswa sekolah tidak diharuskan memakai baju encim. Mereka boleh memakai baju muslim, baju daerah atau baju batik pada hari yang ditentukan. (Antara)

Load More