Suara.com - Sidang lanjutan sengketa Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, Jumat (8/8/2014), rupanya banyak peristiwa menegangkan sekaligus lucu.
Setelah sebelumnya ada seorang saksi Prabowo-Hatta yang hampir diusir Ketua MK Hamdan Zoelva, kini giliran Hakim MK Ahmad Fadil Sumadi yang menegur saksi lainnya karena menggunakan bahasa Jawa.
Saksi yang ditegur bernama Ahmad Gufron dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Dalam kesaksiannya, dia enceritakan proses penghitungan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu.
"Ada beberapa desa yang rekap pada 9 Juli, mestinya tanggal 10," kata Ahmad ketika bersaksi.
Lalu hakim lalu mengkoreksinya dengan bertanya apakah rekap dilakukan lebih cepat dari jadwal.
"Injih," jawab Ahmad.
Dengan jawaban yang terlontar dari mulutnya, hakim lantas mengingatkan bahwa ini di Ibu Kota bukan di desa.
"Ini Jakarta Om," kata Hakim Ahmad yang lalu disambut tawa pengunjung sidang.
Saksi pun juga ikut tertawa dan tampak tersipu karena ditertawai oleh pengunjung sidang.
Dalam persidangan, tim Prabowo-Hatta menghadirkan 25 orang saksi. Semua saksi yang diajukan berasal dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia