Suara.com - DPW Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) Jawa Timur menangkal masuknya paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ke dalam lembaga dakwah mereka dengan tiga pola.
"Pola pertama adalah kami akan meningkatkan komunikasi internal dengan jamaah kami," kata Ketua DPW LDII Jatim Christianto Santoso, Jumat (15/8/2014) malam.
Di sela acara Silaturrahim Syawal 1435 H yang dihadiri Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dan Ketua PP Muhammadiyah Prod Syafiq Mughni, ia menjelaskan pola kedua adalah meningkatkan kesejahteraan jamaah melalui program pengembangan ekonomi yang berbasis masjid.
"Pola ketiga adalah meningkatkan komunikasi eksternal dengan ormas Islam. Insya-Allah, kalau kita sering ketemu secara internal dan eksternal, maka pengaruh ISIS dapat kita mentahkan," katanya.
Namun, ia berharap penyikapan terhadap ISIS hendaknya tidak berlebihan karena justru akan menyudutkan Islam.
"Karena itu, kami Jatim mendukung langkah cepat pemerintah provinsi yang tidak mengizinkan gerakan ISIS masuk Jatim," katanya dalam acara yang juga dihadiri pengurus LDII se-Jatim.
Senada dengan itu, Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori menegaskan bahwa ISIS bukanlah agama, melainkan ideologi yang bersifat politis.
"Karena ideologi, maka Pemprov Jatim sudah menyikapi secara tegas dengan penolakan, karena ideologi yang bertentangan dengan Pancasila itu memang tidak cocok untuk kita, apalagi masyarakat sepertinya juga tidak tertarik dengan ISIS," katanya.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Prod Syafiq Mughni menyatakan ISIS harus disikapi secara hati-hati, karena bila berlebihan akan membuat Islam menjadi tersudut.
"Akhirnya, Islam akan dianggap sebagai agama yang suka kekerasan, padahal Islam itu merupakan agama yang proporsional antara perdamaian dan keadilan atau peace and justice," katanya.
Ia menambahkan posisi sikap Islam yang seimbang antara damai dan adil itu membuktikan bahwa perdamaian itu akan sulit terwujud tanpa adanya keadilan dan sebaliknya.
"Nabi Muhammad SAW sendiri mengidentikkan Islam dengan empat sikap yakni selalu mengucapkan salam (menyapa), suka menolong (memberi makan), suka silaturrahim (kasih sayang atau anti-kekerasan), dan suka shalat malam (ibadah)," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Rismon Desak Klarifikasi Jujur Usai Eggi Sudjana Disebut Minta Maaf dan Rangkul Jokowi di Solo
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
-
Tok! Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Lanjut ke Pokok Perkara
-
Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
-
KPK Tetapkan Gus Yaqut Jadi Tersangka Kasis Kuota Haji, Maman PKB: Harus Diusut Tuntas
-
Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31