Suara.com - Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat, mengerahkan 1.000 lebih personelnya untuk menjaga sejumlah objek vital dan menyekat jalan tol.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi mobilisasi massa menuju Jakarta menjelang keputusan Mahkamah Konstitusi terkait perkara perselisihan hasil pemilihan umum presiden 2014.
"Sesuai dengan instruksi Kapolda Jawa Barat, jajaran Polres Bogor kami mengawal objek vital serta akses jalan tol," kata Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena, kepada Antara di Bogor, Selasa (19/8/2014).
Ita menyebutkan sejumlah objek vital itu di antaranya Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, KPU, Panwaslu, partai politik, serta sejumlah perusahaan swasta di Kabupaten Bogor.
Sementara itu, jalan tol yang dijaga di antaranya, Tol Sentul Utara, Tol Sentul Selatan, Ciawi, Gadog, Citereup dan Gunung Putri.
"Kami juga menempatkan personel di ruas-ruas jalan arteri yang menjadi perbatasan antar wilayah Kabupaten Bogor baik dengan Jakarta dan daerah lainnya," kata Ita.
Sejumlah ruas jalan arteri tersebut seperti di Jalan Raya Bogor Jakarta, Jalan Kemang, Parung, Parung Panjang, Citereup, Cileungsi, dan Cilebut tempat akses menuju Stasiun Kereta Api.
"Kami berupaya seminimal mungkin agar tidak ada mobilisasi massa dari Bogor menuju Jakarta. Karena kami inginkan pengumuman keputusan MK pada 21 Agustus berjalan kondusif," kata Ika.
Selain melakukan pengawalan dan penyekatan di sejumlah ruas jalan arteri dan jalan tol, Kepolisian Resor Bogor juga menyebar spanduk berisi pesan kamtibmas mengimbau warga tidak ke Jakarta hanya untuk mendengarkan putusan di MK. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?
-
Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit
-
Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol
-
DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik
-
Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas
-
Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Terungkap dari Istri Noel, Transparansi KPK Disorot
-
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Ahmad Sahroni Ingatkan KPK: Jangan Sampai Kabur dan Cederai Institusi
-
Kebakaran Rumah Kontrakan di Sunter Agung Jakarta Utara, Satu Keluarga Diselamatkan
-
Kronologis Pesawat Air Canada Tabrak Kendaraan saat Mendarat di Bandara LaGuardia
-
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang