Suara.com - Polisi akan membubarkan massa pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bila masih tetap demonstrasi di atas pukul 18.00 WIB. Demonstrasi tersebut dilakukan bersamaan dengan berlangsungnya sidang putusan sengketa pemilu presiden dan wakil presiden di Mahkamah Konstitusi.
"Tentunya massa ini, kalau unjuk rasa ketentuannya sampai pukul 18.00 WIB. Kita akan berusaha untuk negosiasi, untuk bubar," kata Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jendral Polisi Dwi Priyatno di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014).
Dwi mengatakan pendukung capres-cawapres sesungguhnya bisa menyaksikan jalannya sidang putusan MK dari rumah masing-masing atau tidak perlu memaksa datang ke gedung MK.
Beberapa saat yang lalu, polisi membubarkan secara paksa konsentrasi massa di sekitar Bundaran Patung Kuda. Mereka dibubarkan karena nekad ingin menerobos kawat berduri untuk mengamankan area gedung MK.
Pembubaran massa dilakukan dengan menembakkan gas air mata, tembakan peringatan ke udara, serta menyemprotkan air dari armada water canon, Massa pun kocar-kacir. Beberapa pendukung Prabowo terluka. Selain itu ada sekitar empat orang yang diamankan polisi karena dianggap sebagai provokator.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan