Saat sedang menggeladah rumah-rumah itu, NI mengirim pasukan bantuan dari Raqqa dan pecah pertempuran selama tiga jam.
"Setelah itu, sahabat saya melihat dua anggota komando tertembak, seorang prajurit Yordania dan seorang prajurit Amerika," kata Raqqawi.
Sekitar pukul 3 pagi, beberapa helikopter kembali menjemput pasukan komando AS itu.
Di antara masyarakat Uqayrishah penjara yang disasar pasukan AS itu memang diyakini sebagai tempat NI menawan "sander-sandera paling berharga" mereka.
Selain warga Amerika dan Inggris, warga setempat yakin bahwa di dalam penjara itu juga ditahan 49 warga Turki yang diculik NI dari Mosul, Irak saat mereka menduduki kota itu pada Juni lalu.
Tetapi Raqqawi mengatakan bahwa menurut salah seorang anggota NI, para tawanan sudah dipindahkan dari tempat itu "24 jam sebelum serangan itu terjadi."
Menurut dia, serangan atas kamp Osama bin Laden itu menyebabkan kerusakan dasyat.
Sebelumnya NI pernah sesumbar tentang kamp itu, memasang foto-fotonya di media online, lengkap dengan gambar sebuah spanduk bertuliskan "Kamp Osama bin Laden".
"Sebelumnya kamp itu sangat aktif. Setelah serangan itu, penjara dan kamp itu ditutup selama satu minggu. Tidak ada pergerakan lagi di sana," jelas Raqqawi. (Sydney Morning Herald/The Telegraph)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi
-
Lebih Efisien dari BBM, Seberapa Efektif Truk Listrik Kurangi Emisi?