Suara.com - Seorang pejabat senior Jerman mengatakan bahwa pemerintah akan membubarkan sebuah kelompok ekstremis Islam yang menyebut dirinya "Polisi Syariah", yang semena-mena melarang warga kota Wuppertal mengonsumsi minuman beralkohol.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere kepada surat kabar Bild, pada Sabtu (6/9/2014), mengatakan bahwa "Hukum Syariah tidak akan dibiarkan di Jerman."
Sementara Menteri Kehakiman Jerman, Heiko Maas, menegaskan "hanya Negara saja" yang bisa menegakkan keadilan di Jerman. Karenanya tidak ada pihak lain, termasuk kelompok sipil seperti "Polisi Syariah".
Awal pekan lalu Jerman sempat dihebohkan dengan berita sekelompok pemuda muslim, mengenakan rompi oranye bertuliskan "Polisi Syariah", berpatroli di kota itu. Mereka meminta orang-orang untuk berhenti mengonsumsi alkohol dan tidak mengunjungi klub malam.
Adapun orang yang berada di balik aksi itu, Sven Lau, mengatakan bahwa aksi dia dan rekan-rekannya hanya untuk mencari perhatian. Mereka ingin memantik perdebatan tentang hukum Syriah di Jerman.
Lelaki berusia 33 tahun itu mengatakan bahwa "Polisi Syariah" tidak pernah ada. "Kami tahu ini akan menarik perhatian," kata mantan pemadam kebakaran itu.
Lau adalah tokoh utama pengikut gerakan Salafi di Jerman. Dia dikenal terlibat aktif di sebuah masjid di Monchengladbach dan memimpin sebuah kelompok bernama "Einladung zum Paradies", yang jika diterjemahkan bebas berarti "Undangan ke Surga".
Tetapi bagi para ulama di Jerman, aksi Lau itu salah dan hanya memanfaatkan nama Islam untuk kepentingan kelompok mereka.
"Segelintir remaja yang kasar ini tidak mewakili kami," tegas Ayman A Mazyek, ketua Dewan Pusat Umat Muslim Jerman, "Mereka menyalahgunakan nama agama kami." (The Guardian/ Deutsche Welle)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Said Iqbal Kritik Keras Dedi Mulyadi: Jangan Jawab Kebijakan Upah Buruh dengan Konten Medsos!
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presiden Partai Buruh: Cuma Untungkan Bandar Politik!
-
Saksi TGPF Ungkap Alasan Kasus Pemerkosaan Massal Mei 1998 Sulit Diproses Hukum
-
Said Iqbal Desak UMP DKI 2026 Jadi Rp5,89 Juta: Kerja di Jakarta Itu Nombok
-
Buruh Kecewa, Agenda Audiensi di DPR Batal karena Anggota Dewan Sudah Pulang
-
Gus Yahya Persilakan KPK Periksa Semua Kader NU yang Terseret Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut
-
Pasang Badan, Gus Yahya Jamin Tak Ada Sepeser Pun Dana Korupsi Haji Masuk Kas PBNU
-
Bak Film Laga, Detik-detik Calo Akpol Rp1 Miliar Tabrak Mobil Polisi Saat Ditangkap
-
Divonis Bersalah Meski Bebas Bersyarat, Pendukung Laras: Ini Keadilan Setengah Jalan
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya