Suara.com - Jerman akan mengirim senjata cukup untuk 4.000 pejuang suku Kurdi di Irak utara yang berperang melawan Negara Islam (IS), yang kini sudah mengusai sejumlah kota-kota strategis di negara itu.
Senjata yang dipasok termasuk senjata penghancur baja, roket anti-tank, granat tangan, pembersih ranjau, alat untuk melihat pada kegelapan malam, pisau lapangan dan tenda.
"Pengiriman senjata itu akan mampu mencukupi kebutuhan bagi 4.000 tentara," kata Menteri Pertahanan Ursula von de Leyen.
Jerman sengaja menabrak kebijakan pasca perang yang melarang pengiriman senjata ke wilayah konflik.
Kanselir Angela Merkel membela diri dengan menyebut wilayah utara Irak merupakan pengecualian karena kekerasan yang dilakukan oleh IS.
"Nyawa jutaan orang dan stabilitas di Irak serta seluruh kawasan juga banyaknya petempur asing, keamanan kita di Jerman dan Eropa telah terancam," demikian pernyataan Pemerintah Jerman yang dirilis kemarin, Senin (1/9/2014), setelah Merkel melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri.
Intelijen Jerman memperkirakan terdapat 400 warganya yang bergabung dengan IS.
Kepala badan intelijen Jerman mengatakan ada bukti bahwa lima warga Jerman dan penduduknya melakukan serangan bom bunuh diri dalam beberapa bulan terakhir.
Jerman telah mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk membantu suku Kurdi - Irak serta sejumlah perlengkapan untuk mempertahankan diri, yaitu helm, baju jirah tetapi tidak ada senjata. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026