Suara.com - Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf menyatakan akan memeriksa semua transaksi dan rekening yang melibat keluarga sampai pesuruh tersangka kasus korupsi dan pemerasan Jero Wacik.
"Lazimnya PPATK akan menelusuri rekening, keluarga, kerabatnya, keluarga terdekatnya, kemudian bisa juga ajudan, tukang kebun dan supir," ungkap M Yusuf di di Kantor PPATK, Jalan Juanda No.35, Jakarta, Senin (8/9/2014).
Dia juga mengaku tidak akan kesulitan melacak transaksi tersangka kasus korupsi dan pemerasan Jero Wacik, selama masa transaksinya masih menggunakan kartu kredit.
Hal itu juga berlaku untuk transaksi yang dilakukan Jero dan keluarganya di luar negeri.
"Sepanjang menggunakan instrumen resmi, seperti kartu kredit, transfer, cek, nggak akan lama (terungkap akan) Cepat. Apalagi kalau nanti KPK meminta nama-namanya sudah jelas,"
Namun, dia juga mengaku hambatan akan muncul apabila selama politisi Demokrat, Jero Wacik, menggunakan uang cash.
"Tapi kalo sifatnya cash, relatif agak lama," ujarnya.
PPATK menjanjikan tak akan lama memeproses Jero Wacik dengan adanya Informasi Teknologi, walaupun jika nantinya Jero terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terbukti dilakukan.
"Tidak (lama). Bagi PPATK dengan sistem IT yang canggih sepanjang Bank itu tempat dia belanja pake alat yang formal pasti ketauan. Yang jadi kendala itu manakala itu sudah lama, kayak biaya ibadah haji itu tahun 2000 itu nggak ketemu," jelas Yusuf.
Hingga kini PPATK belum menerima permintaan dari KPK untuk menganlisis dugaan tindak pencucian uang Jero Wacik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap